Boediono Cemberut Dengar Rekaman Rapat Dewan Gubernur BI

JAKARTA,SNOL Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memutar rekaman isi Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) di awal sidang dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.
Dalam sidang ini, hadir mantan Gubernur BI, Boediono, sebagai saksi. Rekaman rapat yang diputar adalah rekaman RDG tanggal 5 Nopember, 13 Nopember, 14 November, 15 Nopember , 16 November dan 20 Nopember 2008.
Boediono yang duduk di kursi saksi terlihat menyimak rekaman tersebut. Boediono terlihat cemberut sambil berusaha mengingat isi rapat yang rekamannya diputar tersebut. Dia juga terlihat resah dan tidak nyaman duduk di kursi saksi itu. Padahal, kursi saksi yang disediakan berbeda dengan kursi yang biasa disediakan untuk saksi. Kursi tersebut lebih empuk dibandingkan kursi yang biasa digunakan.
Terpantau, sambil mendengarkan rekaman itu, Boediono kerapkali menggoyangkan badannya ke kanan dan kiri. Dia juga kadang menyandarkan bahunya saat menyimak rekaman.
Dalam rekaman rapat yang pertama kali diperdengarkan, yaitu Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 16 November 2008, secara samar terdengar Boediono mengatakan telah berkoordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tengah berada di luar negeri mengenai kondisi Bank Century dan diarahkan untuk mencari solusi terbaik.
Dengan ditekankan supaya tidak ada bank gagal sehingga akan berdampak pada bank lain.
Kemudian, Boediono selaku Gubernur BI ketika itu mengarahkan supaya bawahannya memberi landasan dasar hukum sebagai pembenaran pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek buat Bank Century. (ysa/rmo/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.