Dibayar 20 Ribu untuk Ikut UN

SUKADIRI,SNOL– Pengakuan mencengangkan keluar dari mulut Asep Hermawan, salah seorang siswa kelas 8 MTs Daarul Hadits, Sukadiri Kabupaten Tangerang. Meski baru dua tahun belajar di MTs tersebut, dia mengaku sudah dua kali mengikuti ujian nasional tingkat SMP sederajat.

Ditemui saat pulang ujian, kemarin (7/5), Asep mengaku seharusnya menikmati libur karena para seniornya ujian. Namun dia justru disuruh gurunya untuk mengikuti ujian.

“Saya hanya mengikuti perintah guru saja. Tahun kemarin saat masih kelas 7 pun saya ikut juga. Tahun lalu sih saya dikasih Rp 20 ribu,” ujar Asep polos. Dia mengaku ada yang aneh saat mengikuti ujian nasional tahun ini. Asep ikut ujian dengan kartu peserta bergambar dirinya namun berbeda nama. Di kartu ujian, nama Asep diganti menjadi Muhammad Fajar.

Asep sendiri mengaku bukan hanya dirinya yang mengikuti UN tersebut tetapi 7 orang teman sekelasnya serta 2 orang murid kelas 7 juga disuruh menjadi peserta ujian.

“Tidak hanya kami, ada siswa kelas 8 SD dan MI juga kok yang ikut,” jelasnya. Menurut Asep, dia tidak bisa mengerjakan soal-soal ujian nasional karena belum pernah mempelajarinya. Namun tak ada kesulitan berarti dalam mengisi lembar jawaban karena menurut Asep, kunci jawaban telah diberikan oleh guru sesaat sebelum pelaksanaan ujian dimulai.

“Dari 40 soal yang ada, saya dikasih 30 jawaban. Sisanya disuruh isi sendiri,” ujarnya. Hal yang sama juga diutarakan Titan Purba Anggara teman sekelas Asep yang juga menjadi peserta UN ‘siluman’. Titan mengaku terpaksa ikut ujian karena dipaksa oleh gurunya.

“Saya dipaksa guru untuk ikut ujian. Saya takut terjadi masalah dengan kelanjutan sekolah saya, makanya saya ikut aja,” ujar siswa yang dalam kartu ujiannya tercatat sebagai M Jefri tersebut. (hendra/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.