Sering Langka, Tabung Gas 3 Kg Malah Dikurangi

LEBAK,SN– Mulai bulan Mei ini, pendistribusian tabung gas elpiji 3 Kg ke wilayah Kabupaten Lebak mengalami pengurangan sekitar 20 persen (154.273 tabung) dari total kebutuhan gas elpiji di Lebak sekitar 771.365 tabung perbulan atau 9.256.384 tabung per-tahun.

Kebijakan tersebut diambil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui PT Pertamina. Sementara alasannya hingga saat ini tidak dijelaskan. Oleh karena itu, Pemkab Lebak sudah menyurati Kementerian ESDM dan PT Pertamina agar membatalkan keputusan tersebut, mengingat masyarakat di wilayah Kabupaten Lebak membutuhkan akan ketersediaan gas elpiji bersubsidi tersebut.

“Pemkab Lebak sudah menyurati Kementerian ESDM dan PT Pertamina agar tetap menyalurkan gas elpiji 3 kg ke Lebak. Kalaupun pengurangan 20 persen tersebut tidak bisa dibatalkan, Pemkab sudah melakukan permintaan penambahan kuota 4 hari kerja perbulan. Saat ini pengiriman tabung gas ke Lebak dalam sebulan selama 26 hari kerja. Kita ingin 30 hari kerja,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Lebak Orok Sukmana di ruang kerjanya, Kamis (8/5).

Total tabung selama 4 hari kerja tersebut adalah sebanyak 23.520 buah untuk setiap bulannya. “Artinya, kalau usulan kita ini diterima, pengurangan pendistribusian tabung gas elpiji tersebut tidak mencapai 20 persen,” papar Orok,  seraya mengakui harga gas elpiji 3 kilogram di setiap pangkalan gas elpiji sesuai Perbup Nomor 11 Tahun 2014 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) di Wilayah Lebak antara Rp 14.600 hingga Rp 16.100.

Para penjual gas elpiji 3 kilogram di setiap pangkalan elpiji di wilayah Kecamatan Rangkasbitung, mengaku sudah banyak terima komplain dari para agen dan pengecer tabung gas 3 kilogram terkait rencana pengurangan 20 persen pendistribusian gas elpiji 3 kilogram tersebut karena usaha mereka terancam bankrut.

“Ya, pada akhirnya kami tidak bias berbuat banyak,” ujar Andri Ivan (29), yang diamini penjual di pangkalan elpiji yang lainnya.

Dedeh Yulia (42), seorang ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Lebakgedong sudah menyiapkan langkah untuk beralih ke kayu bakar jika nantinya pasokan gas elpiji 3 kilogram langka karena pengurangan pendistribusian tersebut. “Ya. Mau tidak mau, kalau elpiji langka, kita harus pake kayu bakar untuk memasak,” jelasnya. (ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.