Pendapatan BP2T Over Target di Triwulan I

TIGARAKSA,SNOL— Realisasi pendapatan yang diperoleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang di triwulan pertama sudah melampaui target. Peri Januari hingga Maret 2014 lalu, retribusi yang berhasil terkumpul sekitar Rp 36 miliar atau sekitar 27 persen dari yang ditargetkan sebesar 20 persen.

“Iya. Pada triwulan pertama ini pendapatan kita sudah over target. Saya rasa ini sangat baik,” ujar Eko Vientino, Sekretaris BP2T Kabupaten Tangerang, kepada Satelit News, kemarin.

Capaian target ini menurutnya sangat wajar karena pihaknya menggunakan Sistem jemput bola bagi perusahaan-perusahaan yang izin-izin perusahaannya telah habis atau belum diperpanjang lagi. Dan ternyata, Sistem ini lumayan jitu, karena para pengusaha tidak lagi menunda-nunda perpanjangan izin perusahaan disaat masa berlakunya akan habis dan sudah habis.

“Mudah-mudahan di triwulan berikutnya, target pendapatan kita tercapai lagi,” harap Eko.

Kasubag Perencanaan Keuangan BP2T Yudiana menambahkan, sejumlah izin yang melampaui target pada triwulan pertama ini adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan/Keramaian (HO) dan Izin Perpanjangan IMTA (Izin Memperkerjakan Tenaga Asing).

Dari tiga izin itu, hanya izin IMTA yang tidak ditarget pada triwulan pertama ini karena dasar hukumnya baru disahkan pada Februari lalu. “tapi kalau IMB dan Izin HO ditarget,” tukasnya.

Tahun ini, BP2T ditarget menghasilkan pendapatan dari pos retribusi sebesar Rp50.915 miliar. Jumlah itu dibagi menjadi empat triwulan. Pada triwulan pertama pendapatan ditargetkan mencapai 20 persen, teriwulan kedua sebesar 25 persen dan pada triwulan ketiga ditargetkan mencapai 30 persen. Sehingga jumlahnya mencapai 75 persen. Sisanya pada triwulan keempat sebesar 25 persen.

Dengan tercapainya target dari pendapatan ini maka dimungkinkan pada Anggaran Pendapatan Belanda Daerah (APBD) Perubahan 2014 nanti target pendapatan dari pos retribusi izin ini akan ditingkatkan dari target saat ini sebesar Rp50.915 miliar.

Kepala BP2T Akip Syamsudin menegaskan, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi kepada perusahaan yang membandel, terutama yabng tidak mengurus perpanjangan izinnya. Sanksi yang diberikan mulai dari surat teguran, surat peringatan hingga penutupan perusahaan melalui Satpol PP selaku penegak Perda. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.