Tangerang Rentan Virus MERS

Dekat Bandara Internasional, RSUD Siapkan Ruang Isolasi

TANGERANG,SN—RSUD Tangerang telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien suspect penyakit Syndrome Pernafasan Timur Tengah atau Middle East Respratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV). Pihak rumah sakit juga sudah menyiapkan tim yang selalu siap siaga apabila ada pasien yang terinfeksi.

Kepala Instalasi Hukum, Publikasi dan Informasi RSUD Tangerang, Yudi Firmansyah, mengaku telah memiliki ruang isolasi dengan peralatan dan tenaga yang sudah dilatih mengatasi wabah penyakit pernafasan. Untuk tenaga medis sendiri, di RSUD ada sekitar 18 orang, baik dokter spesialis dokter dan perawat ahli yang telah disiapkan untuk menangani pasien MERS.

“Kita sudah mendesain segala rupa ruangan isolasi tersebut agar bakteri tidak bisa keluar masuk. Tidak sembarangan orang juga untuk masuk ke ruangan, hanya orang tertentu saja. Dokter dan perawat yang masuk juga memakai pakaian khusus seperti pakaian astronot,” katanya.

Jika ada pasien yang dilaporkan suspect menderita MERS, pihak RSUD akan melakukan pemeriksaan. Sampel darah akan diambil dan dibawa ke laboratorium. Jika dari hasil pemeriksan dinyatakan positif, pasien tersebut harus dirawat di ruang isolasi yang telah disediakan RSUD agar tidak menularkan orang lain. Kalau hasilnya negatif, akan dirawat di ruangan biasa.

Provinsi Banten khususnya Kota dan Kabupaten Tangerang termasuk daerah yang rentan terhadap masuknya virus MERS, karena berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Selain itu, arus keluar masuk masyarakat Provinsi Banten ke Timur Tengah untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh termasuk tinggi.

“Meski saat ini belum belum ada pasien dengan kriteria suspek MERS di Provinsi Banten, namun masyarakat Tangerang perlu waspada. Karena saat ini pun ada obatnya,” jelasnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Cabang Banten, Ade Rusmiati mengatakan, saat ini di Banten baru ada dua RSUD yang telah siap menampung pasien suspect penyakit Syndrome Pernapasan Timur Tengah ini yakni RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUD Serang.

“Indonesia sangat potensial tertular virus Mers-CoV mengingat banyaknya jumlah jamaah haji, umroh dan tenaga kerja Indonesia ke Arab Saudi. Tapi khusus di Banten, masih belum ditemukan kasus penyakit ini,” ujar Ade di Kantor Sekretariat Jalan Daan Mogot, Batu Ceper, Kota Tangerang, Kamis (8/5).

Berbeda dengan Yudi Firmansyah. Untuk tenaga medis sendiri dari 28 dokter spesialis paru-paru yang tergabung di PDPI Banten, ada enam dokter yang telah disiapkan untuk menangani pasien MERS. “Masing-masing tiga dokter ditempatkan di RSUD Serang dan Kabupaten Tangerang,” ucapnya.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Tangerang Indri Bevy mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pencegahan penularan MERS dengan memberikan sosialisasi terhadap 32 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan kepala Puskesmas se-Kota Tangerang. (jojo/mg17/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.