Usai Membunuh, Sembunyi di Rumah Mertua

Misteri Mayat Terbungkus Kardus dalam Karung

PANDEGLANG,SNOL—Persembunyian pelaku pembunuhan terhadap Nurhayati (45) warga Bitung Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu akhirnya terendus. Andri (24) salah satu pelaku berhasil diciduk jajaran Satreskrim Polres Pandeglang, di Cilacap Jawa Tengah, Jum’at (9/5) dini hari.

Pelaku yang merupakan warga Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, itu melarikan diri ke rumah mertuanya di Cilacap, sesaat setelah membunuh dan membuang mayat Nurhayati di sungai Kalicaa, Kampung Sawah Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang. “Saat dibekuk, pelaku sedang jalan-jalan di pasar Cilacap seorang diri,” kata Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Priyanto.

Pelaku dibuat tidak berdaya, saat anggota Tim Reskrim Polres Pandeglang yang didampingi anggota kepolisian setempat membekuknya. “Pelaku langsung kami bawa ke Pandeglang, untuk pemeriksaan. Pelaku tidak menyangkal perbuatannya itu,” kata AKP Gatot, Jum’at (9/5).

Selain membekuk pelaku, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa, pecahan asbak semen, pecahan cobek batu yang diduga dijadikan alat untuk memukul korban. Selain itu, tali tambang, tas, sandal dan bantal serta selimut sebagai alat untuk melancarkan aksi pembunuhan lainnya.

Perbuatan keji juga dilakukan pelaku. Dimana korban diinjak-injak di bagian dadanya sehingga mengalami patah tulang, patah di bagian tulang hidung akibat dipukul menggunakan asbak semen, dan luka di bagian kepalanya akibat dipukul menggunakan cobek batu.

“Setelah korban dipastikan tewas, pelaku memasukan korban ke dalam kardus dan dibungkus kembali pakai karung yang diikat menggunakan tambang, lalu dibuang di sungai Kalicaa Tanjung Lesung,” bebernya.

Saat ini, tim reskrim masih memburu tersangka lainnya berinisial M alias Bokir, yang diduga sebagai otak pembunuhan tersebut. Pelaku dijerat pasal 338 KUHP jo pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Di hadapan penyidik Reskrim Polres Pandeglang, tersangka Andri mengakui perbuatannya. Pria berbadan sedang ini mengaku aksi pembunuhan diajak oleh rekannya “M”. Dan proses pembuangan mayat korban selain ia dan “M” juga dibantu rekannya berinisial Bi.

“Saya kesel, dan menyesal. Sebenarnya saya berniat mengembalikan hutang saya, tapi masalahnya saya tidak menerima jumlah utuh Rp40 juta. Karena M cuma kasih saya Rp3 juta,” akunya, seraya sempat digigit oleh korban di bagian tangan kanannya. Karena korban sempat melawan, tambah Andri, akhirnya ia menginjak-injak bagian dadanya. Dan hal serupa juga dilakukan ”M” kepada korban, sampai korban menghembuskan napas terakhirnya.

Diberitakan sebelumnya, mayat dalam kardus yang terbungkus karung di sungai Kalicaa, Kampung Sawah Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Sabtu (3/5) lalu. Ternyata diketahui warga Bitung Cikupa Kabupaten Tangerang bernama Nurhayati (45).

Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Gatot Prayitno mengatakan, hasil otopsi korban oleh tim dokter forensik RSUD Serang, ditemukan luka patah di bagian dada, rahang, telinga dan beberapa anggota tubuh lainnya. Diduga, Nurhayati merupakan korban pembunuhan yang sebelumnya dihabisi oleh pelakunya.

“Kedatangan korban ke Panimbang saat itu, untuk nagih hutang kepada seseorang di wilayah Panimbang,” kata AKP Gatot, Selasa (6/5). (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.