MTs Daarul Hadits Terbukti Palsukan Peserta UN

SUKADIRI,SNOL–Madrasah Tsanawiyah (MTs) Daarul Hadist layak ditutup. Itulah kesimpulan tim investigasi yang dibentuk Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang setelah mendatangi sekolah yang diduga melakukan penggelembungan jumlah siswa dan pemalsuan identitas peserta ujian nasional SMP, Sabtu (10/5).

 “Setelah kami selidiki, apa yang dituduhkan terhadap MTs Daarul Hadist terkait adanya penggelembungan jumlah siswa dan pemalsuan identitas peserta UN SMP memang terbukti. Untuk itu kami akan rekomendasikan untuk dilakukan penutupan sementara,” ujar Ketua Tim Investigasi, Ahmad Rifaudin kepada Satelit News, Sabtu (10/5). Namun begitu, dari hasil pemeriksaannya, tidak diketemukan adanya bukti penggunaan anak sekolah dasar untuk mengikuti UN SMP tersebut.

“Dari data yang kami peroleh memang benar terjadi penggelembungan hanya saja mereka berasal dari kelas 7 dan 8 saja,” paparnya. Pria yang sehari-hari menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kabupaten Tangerang juga menjelaskan hal lain yang membuat MTs Daarul layak ditutup. Yakni minimnya sarana dan prasarana sekolah yang berada di Jalan Raya Pekayon KM 3, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang tersebut.

“Minimnya sarana dan prasarana menjadi alasan tambahan kenapa kami merekomendasikan agar sekolah ini ditutup,” ujar pria yang akrab disapa Rifa ini. Sedangkan saat ditanya mengenai apa motif penggelembungan jumlah siswa dan pemalsuan identitas peserta UN SMP di MTs Daarul Hadist,  Rifa menduga tindakan itu dilakukan untuk memperoleh dana lebih dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Untuk menyelamatkan sekolah. Pengelola memperoleh dana lebih dengan menggelembungkan jumlah siswanya agar mendapat dana operasional lebih yang berasal dari BOS. Ini jelas salah. Seharusnya mereka berkonsultasi dengan kami untuk dicarikan solusinya, seperti dilakukan merger dengan sekolah lain,” ujar Rifa. Sedangkan mengenai nasib siswa MTs Daarul Hadist setelah dilakukan penutupan sekolahnya, Rifa mengatakan pihaknya akan berusaha mencari sekolah-sekolah pengganti agar siswa tersebut masih bisa tetap melanjutkan sekolahnya.

“Kami akan berusaha mencari sekolah terdekat, sehingga para siswa tidak memberatkan siswa untuk  proses belajarnya,” pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, hasil investigasi Indonesia Corruption Watch terhadap pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP se-derajat di Kabupaten Tangerang menunjukkan adanya dugaan penggelembungan jumlah siswa dan pemalsuan identitas peserta UN SMP di di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Hadits Jalan Raya Pekayon KM 3, Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri. Dari 20 peserta UN di MTs tersebut, hanya tujuh siswa yang sudah duduk di kelas 9. Sedangkan 13 siswa lainnya masih duduk di kelas 7 dan 8. Ada juga satu orang siswa madrasah ibtidaiyah dan seorang siswa sekolah dasar mengikuti ujian. Para siswa kelas 7 dan 8, serta siswa kelas 6 SD dan MI tersebut disulap menjadi pelajar kelas 9 dengan fotonya dipasang sebagai peserta namun tidak menggunakan nama asli mereka. (hendra/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.