Satu Pelaku Cabuli Korban 15 Kali

7 Tersangka Meringkuk di Sel

CILEGON,SNOL—Sebanyak 7 tersangka pelaku pencabulan terhadap gadis di bawah umur warga Kelurahan Kebondalem Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon, kini sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Cilegon.

Tiga dari tujuh tersangka yang sempat buron, yakni N, W dan I, menyerahkan diri ke kantor polisi pada Sabtu pagi (10/5) sekitar pukul 05.00 WIB.

Seperti diketahui, jajaran Satreskrim Polres Cilegon sudah menangkap 4 dari 7 pelaku pencabulan, yakni Rfj (mantan pimpinan seni bela diri di Purwakarta), GN, SN dan SJ, warga Lingkungan Daliran Kelurahan Kebondalem Kecamatan Purwakarta, sejak Kamis malam 8 Mei 2014 lalu.

Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Hans Lita, membenarkan bila tiga tersangka telah menyerahkan diri. “Yang menyerahkan diri  itu N, W dan I,” ujar Hans Lita via pesan singkatnya.

Namun Hans belum bisa menjelaskan secara rinci pelaku pencabulan tersebut. Data lengkap tersangka yang juga masih satu kampung dengan korban belum bisa dipublikasikan.

Ketiganya ditahan karena dilaporkan telah meniduri anak perempuan usia 13 tahun yang merupakan tetangganya sendiri. Ketiganya bersama 4 tersangka lainnya secara bergiliran meniduri Bunga (bukan nama sebenarnya), sejak tahun 2012 hingga terakhir April 2014 kemarin.

“Itu terungkap berdasarkan pengakuan korban dan keterangan dari beberapa tersangka kepada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cilegon,” terangnya.

Kanit PPA Satreskrim Polres Cilegon IPDA Khaerul Anam, mengatakan korban pertama kali ditiduri oleh GN (20), sejak Bunga korban duduk di bangku kelas satu SMP. Selama rentang satu tahun itu, korban pernah digauli oleh 7 pemuda. Bahkan, korban pernah digauli hingga 3 lelaki sekaligus. Korban dirayu dan diiming-imingi dengan uang dan akan dinikahi. “Cara para pelaku ini untuk merayu korban yaitu dengan membujuknya pake duit dan akan menikahi si korban,” ujar Khaerul kepada wartawan, Sabtu (10/5).

Hasil BAP terhadap para tersangka dan korban terungkap bahwa korban pernah dicabuli hingga 15 kali oleh Gn dan 11 kali oleh Rfj yang kini masih menjabat Ketua RT di tempat tinggalnya. Korban sering digauli di rumah tersangka dan bahkan di rumah korban sendiri. “Yang paling banyak ngerjai si Bunga itu ya si Gugun ini, dia sampai 15 kali. Kalau si RfJ, dia hingga 11 kali,” ujar Khaerul.

AKP Hans Lita melanjutkan, tersangka kasus pencabulan ini akan dikenakan Pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Anak serta diancam maksimal 15 tahun hukuman penjara. “Saat ini kami masih melakukan perburuan terhadap tersangka lain. Ancaman hukuman untuk para tersangka ini maksimal kurungan 15 tahun,” ujar Hans.

Seperti telah diberitakan, Diantara 7 tersangka pencabulan terhadap Bunga dikenali berinisial RfJ, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Ancab Purwakarta Kota Cilegon.

Hans Litta membenarkan diantara yang diduga sebagai para pelaku pencabulan gadis di bawah umur itu adalah Ketua IPSI Purwakarta berinisial RfJ. “Iya benar,” katanya.

Kabar tentang penangkapan RJ, dibenarkan Jahuri Ketua RT.01/02 Lingkungan Daliran Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta. Selain RfJ dan Spn, polisi juga menangkap Ggn. Ketiga pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing yang masih satu kampung dengan korban. Kasus dugaan pencabulan itu teruangkap, berawal dari seorang pria berinisial SJ (50) yang menikahi paksa seorang bocah berusia 13 tahun, sebut saja Bunga. SJ ditangkap Unit PPA Polres Cilegon karena diduga telah mencabuli korban dengan dalih menikahi korban tanpa sepengetahuan keluarga.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kapolres Cilegon, AKBP Defrian Donimando, melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (7/5). “Tersangka sudah diamankan, penangkapan dilakukan di Lingkungan Sukamaju Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon,” kata Kapolres.

Berdasarkan keterangan kuasa hukum korban, Alfan Sari dari Posbakumadin (Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia), ternyata sebelum dinikahi paksa oleh SJ, Bunga pernah digilir oleh enam pemuda yang dikenalnya. “Berdasarkan pengakuan korban, sebelum dinikahi paksa, Bunga telah dicabuli secara bergilir oleh 6 pemuda,” kata Alfan melalui sambungan telpon. Penangkapan Pelaku SfJ, kini berkembang. “Diantara 6 orang pelaku pencabulan itu, salah satunya adik pelaku. Yang kami dapat dari pengakuan korban, adik pelaku utama itu tokoh masyarakat (Tokmas) di Kebon Dalem,” jelasnya, tanpa menyebutkan identitas.

RJ Dipecat Tidak Hormat

Sebagai Ketua IPSI

Pada bagian lain, IPSI Kota Cilegon memberhentikan RJ sebagai Ketua IPSI Anak Cabang (Ancab) Kecamatan Purwakarta.

Pemecatan RZ secara tidak hormat tersebut, secara resmi disampaikan langsung oleh Ketua IPSI Kota Cilegon Muharman Kotto, dengan menerbitkan SK Nomor Skep-42/V/2014 tentang Susunan Pengurus Baru IPSI Ancab Purwakarta.

“Setelah Kami lakukan investigasi dan verifikasi terhadap perkara yang melibatkan Ketua IPSI Ancab Purwakarta, kami selaku pengurus IPSI merasa prihatin. Namun demi kehormatan organisasi, kami memandang perlu segera mengambil keputusan tegas ini. Karena Kasus RZ merupakan urusan pribadi bukan organisasi,” kata Muharman Kotto, saat menggelar konferensi pers di GOR ASA Sport Center, Sabtu (10/5).

Lebih lanjut Muharman mengatakan, perkara hukum yang dihadapi oleh RZ tidak ada kaitannya dengan organisasi IPSI. Oleh sebab itu, berdasarkan hasil rapat koordinasi pengurus IPSI dan pengurus Ancab IPSI Purwakarta, RZ telah melanggar aturan organisasi dan langsung dipecat.“Saya harap kejadian ini dapat di ambil hikmahnya, jangan sampai terulang lagi di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Selain memecat RZ, IPSI Kota Cilegon mengangkat Zaenal Abidin sebagai Plt Ketua IPSI Kecamatan Purwakarta menggantikan RZ. (den/idm/bnn/mg13/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.