Lilis Masih Diperiksa Sebagai Saksi

Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Sodetan Cibinuangen Rp 19 M

SERANG,SNOL— Penyidik dari Ditreskrimsus Polda Banten, mengaku belum selesai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga mengetahui proses dugaan korupsi proyek pembangunan sodetan sungai Cibinuangen, Kabupaten Lebak senilai Rp 19 miliar, dengan tersangka Lilis Karyawati Hasan (LKH).

“Kami masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi, sudah ada 29 saksi yang dimintai keterangan dan itu belum cukup. Jadi kami belum melakukan pemerksaan terhadap LKH sebagai tersangka,” ujar Kombes Pol Narullah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Diretkrimsus) Polda Banten, usai memeriksa LKH sebagai saksi untuk tersangka lain, Rabu (14/5).

Pada Rabu (14/5) lalu Lilis menjalani pemeriksaan untuk tersangka M. Lilis diperiksa seorang diri sekitar pukul 11.00 WIB, tanpa ditemani oleh pengacaranya. Lilis yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Serang itu diperiksa kurang lebih selama 4 jam.

 Usai pemeriksaan, tak banyak kata yang keluar dari mulutnya. Lilis yang juga sebagai Direktur CV TMJ ini hanya meminta untuk menanyakan langsung kepada penyidik perihal kedatangannya ke Mapolda Banten.

“Tanya langsung saja kepada penyidiknya,” katanya sambil berlalu keluar menuju parkiran.

Diberitakan sebelumnya, Polda Banten menetapkan dua tersangka baru dalam dugaan korupsi proyek Sodetan Cibinuangeun, yaitu Ratu Lilis Karyawati dan H Memed. Dengan ditetapkannya dua tersangka baru, berarti Polda Banten telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Dua tersangka yang sudah lebih dulu ditetapkan adalah Dedi Mashudi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) di Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurain (BBWSC3) dan Yayan Suryana selaku Direktur PT Delima Agung Utama (DAU) yang merupakan perusahaan pemenang lelang pada proyek tersebut.

Polda Banten melakukan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan sodetan Sungai Cibinuangeun, Kabupaten Lebak senilai Rp19 miliar yang bersumber dari APBN 2011. Kasus ini ditangani Polda Banten sejak Mei 2012. Proyek pembangunan sarana-prasarana Sodetan Cibinuangeun di BBWSC3 tahun 2011 itu diduga diselewengkan.

Proyek yang berada di Kampung Burunuk Desa Sukamanah Kecamatan Malingping Kabupaten Lebak itu dimenangkan oleh PT DAU. Namun, PT DAU mensubkon proyek tersebut kepada CV TMJ. Perusahaan milik Lilis itu kemudian mensubkon kan lagi kepada seorang pengusaha bernama H Memed. Direktur PT DAU ini hanya tanda tangan kontrak saja dan mendapatkan kompensasi 1,5 persen dari total nilai proyek. (bagas/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.