PETAKA DI JEMBATAN CADAS

Bus Tabrak Motor dan Polisi, 4 Tewas

TANGERANG,SN– Empat orang tewas akibat kecelakaan maut bus PO Putri Jaya di jembatan Cadas, Kabupaten Tangerang, Kamis (15/5) dinihari sekira pukul 02.30 Wib. Bus menabrak pengendara sepeda motor, menubruk seorang polisi, menghantam pagar jembatan hingga masuk kali dan menewaskan sopir dan penumpangnya.

 Kasatlantas Polres Metro Tangerang, AKBP Gunawan mengatakan bus jurusan Jawa Tengah – Tangerang bernomor polisi G-1570-FR itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Tangerang menuju Sepatan. Sesampainya di lampu merah perempatan Cadas, bus yang dikendarai Maryadi mengambil jalur kanan dan menerobos traffic light ketika membelok ke kanan menuju Sepatan.

Bus berisikan seorang sopir dan satu penumpang bernama Markamah Fauzi kemudian menabrak sepeda motor bernomor polisi B-3934-NHU yang dikendarai Ilhamudin. Setelah menabrak pengen-dara sepeda motor, bus itu menubruk Bripda Abdul yang saat itu sedang berjalan kaki di dekat lokasi. Setelah menabrak dua orang, bus menghantam jembatan dan masuk ke Sungai Cadas.

Ilhamuddin (pengendara motor), Bripda Abdul Mustajib (polisi) dan Maryadi (sopir bus) meninggal dunia di tempat kejadian. Ilhamudiin mengalami luka berat di bagian kepala, Maryadi terjepit stir bus sedangkan Bripda Abdul Mustajib tewas akibat tertabrak. Sementara penumpang bus, Markamah Fauzi meninggal dunia meski sempat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah Tangerang.

“Polisi yang meninggal dunia adalah anggota Sabhara Polres Metropolitan Tangerang. Dia sedang mau pulang dinas dari piket malam di Polres Metropolitan Tangerang. Sementara bus memang sudah tidak banyak penumpang, hanya tersisa satu orang penumpang dan sopir,” kata Gunawan.

Sementara itu, pendapat berbeda disampaikan saksi mata peristiwa. Pedagang warung di dekat tempat kejadian perkara yang menyaksikan kecelakaan mengungkapkan sebelum peristiwa naas terjadi, ada razia polisi di lokasi. Di tempat tersebut, memang banyak pembalap motor jalanan yang terbiasa ngebut-ngebutan di malam hari. Menurut sumber yang enggan namanya dikorankan tersebut, sopir bus kaget ketika melihat ada razia dan kemudian gagal mengendalikan laju kendaraannya.

“Mungkin busnya kaget dan mencoba menghindar. Tapi malah nyemplung ke kali. Busnya kencang, sepertinya hilang kendali,” katanya, Kamis (15/5). Namun keterangan tersebut dibantah Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metropolitan Tangerang Ajun Komisaris Besar, Gunawan.

“Tidak ada razia di lokasi kejadian,”ujar Gunawan. Peristiwa itu sendiri menyedot perhatian masyarakat sekitar Sepatan. Proses evakuasi bangkai bus yang berlangsung selama satu setengah jam mulai pukul 10.00 wib, menjadi tontonan warga sekitar. Evakuasi bus dilakukan petugas Jasa Marga dan Polres Metro Tangerang dengan menurunkan alat berat atau mobil derek. Saat menge-vakuasi bus, petugas menemui kesulitan karena jalan yang sempit dan banyaknya kabel listrik. Selain itu, ratusan warga yang terus berdatangan untuk menyaksikan evakuasi tersebut membuat kemacetan yang panjang.

Sementara itu, di sore harinya, jenazah Bripda Abdul Mustajib dimakamkan di TPU Lindri Kampung Ranca Gede Desa Munjul Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang. Sementara jasad Ilhamudin sudah dikebumikan di TPU Desa Karet Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang. (mg-17/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.