Pantura Diminati Investor Resort and Cottages

TIGARAKSA,SNOL— Potensi wisata di pantai utara (Pantura) Kabupaten Tangerang diminati sejumlah investor properti, resort and cottages. Ada tiga pengembang yang sudah merencanakan pembangunan di tiga lokasi yakni Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga, Desa Tanjung Burung Kecamatan Teluknaga dan Desa Kohod Kecamatan Pakuhaji.

Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Tangerang, Nono Sudarno mengatakan, pengembangan kawasan Pantura Kabupaten Tangerang sudah tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2011-2031. Tujuan penataan ruang wilayah yakni untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang sebagai pusat kegiatan industri, permukiman dan pengembangan kawasan perkotaan baru Pantura.

Menurutnya, saat ini kawasan Pantura sudah menjadi salah satu daya tarik utama Kabupaten Tangerang. Hal ini terlihat dari banyaknya pengembang yang tertarik untuk melaksanakan pembangunan properti di kawasan tersebut. “Beberapa rencana pengembangan perumahan dan sarana penunjang lainnya seperti resort and cottages di wilayah Pantura berdasarkan pengajuan siteplan, yakni Desa Tanjung Pasir seluas 20 hektar, Desa Tanjung Burung 519 hektar dan Desa Kohod 42 hektar,” ungkapnya.

Namun demikian, pengembangan kawasan Pantura juga tetap memperhatikan dan menjaga kawasan hutan lindung berupa hutan bakau seluas 1.576 hektar. Hutan lindung tersebut tersebar di Kecamatan Kronjo, Kemiri, Mauk, Pakuhaji, Teluknaga dan Kosambi. Serta kawasan sempadan pantai sejauh 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat yang terbentang sejauh 51 kilometer atau seluas 510 hektar.

“Salah satu investor resort yang sudah beroperasi yakni Tanjung Pasir resort di Desa Tanjung Pasir. Kehadirannya turut mendukung perkembangan wilayah dan perekonomian wilayah tersebut,” paparnya.

Sekretaris Dinas Tata Ruang Fahmi Annisa menambahkan, sejatinya banyak investor yang tertarik dengan potensi Pantura Kabupaten Tangerang. Namun beberapa dari mereka tidak sanggup mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, seperti Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang Nomor 13 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Tangerang tahun 2011-2031, Perda Kabupaten Tangerang Nomor 9 tahun 2006 tentang garis sempadan dan peraturan lainnya.

“Kami ketat untuk urusan aturan, karena itu harus dipatuhi semua investor atau pengembang yang ingin membangun daerah. Karena pembangunan juga sudah diatur bahkan masuk dalam aturan RTRW nasional. Kalau tidak sanggup mengikuti aturan ya lebih baik mundur,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Tangerang juga sedang menyiapkan rencana reklamasi Pantura sebagai bagian dari program pembangunan kota baru Pantura. “Pembangunan yang ada dihadapkan berdampak positif terhadap pembangunan daerah dan menumbuhkan investasi lokal,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kabupaten Tangerang, Tifna Purmana mengatakan, Pantura memang memiliki banyak potensi yang belum tergali, salah satunya dari sisi pariwisata. “Pengelolaan yang tepat bisa memberikan hasil yang signifikan bagi iklim investasi di daerah. Kami berharap keberhasilan investor properti di Pantura bisa diikuti oleh investor lainnya,” pungkasnya. (aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.