20 Rumah Pintar Diresmikan

Kerjasama SIKIB dan Astra

BALARAJA,SN— Kabupaten Tangerang kedatangan tamu istimewa yakni Ibu Negara Republik Indonesia Ani Yudhoyono, Senin (19/5). Kehadiran wanita nomor satu di Indonesia ini untuk meresmikan rumah pintar (Rumpin) Astra di Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja. Koordinator Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Laili Nuh mengatakan, Rumpin Astra di Desa Talagasari yang merupakan kerjasama langsung antara SIKIB dengan PT Astra Internasional. “Peresmian ini merupakan acara simbolis atas peresmian 67 rumah pintar lainnya yang berada di seluruh Indonesia. PT Astra sendiri membangun 20 rumah pintar yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia, yakni di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB, Lampung dan Sulawesi Barat,” ujar Laili.

Sementara Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan, hadirnya rumah pintar tersebut diharapkan dapat membantu mewadahi daya belajar masyarakat. Serta mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat melalui usaha-usaha kreatif. Atas dedikasinya PT Astra mendapat penghargaan Adicipta Lokatara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diserahkan langsung oleh M. Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

“Penghargaan tersebut diberikan Kemendikbud atas peran PT Astra dalam pengembangan program pendidikan anak usia dini, dan pendidikan non formal dan informal. Astra percaya bahwa bangsa yang besar haruslah memiliki generasi yang cerdas dan berkualitas,” ujar Prijono.

Pembina SIKIB, Ani Yudhoyono mengatakan, rumah pintar merupakan sarana pemberdayaan masyarakat yang dapat mewadahi berbagai kegiatan. Di mulai dari pendidikan anak usia dini, remaja, kaum perempuan hingga kelompok lanjut usia. Keberadaan rumah pintar diharapkan dapat membangun masyarakat cerdas, inovatif, kreatif, mandiri dan sejahtera.

Dirinya juga mengecam atas tindak kekerasan seksual yang kini banyak terjadi. Pengawasan orangtua dan lingkungan adalah peran utama untuk mencegah kejahatan dan kekerasan seksual yang kerap terulang beberapa pekan ini. “Saya ingatkan, pengawasan internal dari orangtua, keluarga besar dan lingkungan sangat penting sekali. Karena, kejahatan seksual justru terjadi di ling-kungan terdekat,” kata Ani.

Menurutnya, kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di bawah umur tersebut tidak bisa dibenarkan. Anak-anak tersebut seharusnya dilindungi dan diayomi bukan sebaliknya, jangan sampai harapan anak-anak dirusak oleh oknum yang diduga memiliki penyimpangan seksual. Untuk itu, ia meminta semua pihak untuk ikut menyukseskan gerakan nasional anti kejahatan sek-sual terhadap anak. Gerakan ini merupakan aksi nyata yang disampaikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Pak Presiden kini sedang bekerjasama dengan banyak pihak untuk menggerakkan jajaran pemerintah di Indonesia menjadi pelopor gerakan nasioanal anti kekerasan seksual terhadap anak,” pungkasnya. (mg19/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.