Diserang Tikus, Petani Maja Panen Awal

LEBAK,SNOL– Belasan hektar sawah di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak diserang hama tikus. Puluhan petani pun terpaksa memanen padinya lebih awal khawatir hasil panen pertaniannya tidak terarah atau gagal.

Pantauan Satelit News, sawah yang paling parah diserang hama tikus ada di Kampung Karang Tengah, RT 02/13, Desa Maja, Kecamatan Maja. Para petani di sana terlihat memanen padinya lebih awal dari biasanya.

Salah satu petani, Rosadi (42) mengaku, hama tikus menyerang tanaman padi para petani di Kecamatan Maja sekira satu bulan lalu. Para petani pernah melaporkan permasalahan ini ke panitia penyuluh lapangan (PPL) Kecamatan Maja, namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Hama tikus menyerang tanaman padi di sini (Kampung Karang Tengah,red) sejak pertengahan April kemarin. Sudah kami laporkan ke aparat Distan (Dinas Pertanian,red) di tingkat Kecamatan Maja, sampai sekarang belum ada respon,” kata Rosadi disela-sela aktifitasnya memanen padi, Senin (19/5).

Menurut Rosadi, jika dalam keadaan normal biasanya petani memanen padi dalam jangka waktu empat bulan. Namun karena terserang hama tikus tanaman padi terpaksa dipanen lebih awal dengan jangka waktu tiga bulan 10 hari. Ia menyebutkan sawah yang terserang hama tikus di kampungnya ada sekitar 19 hektar. “Kami lakukan panen lebih awal, agar hasilnya bisa kami ambil dan tidak mengecewakan,” ucapnya.

Senada dengan petani lainnya, Deris (35) mengatakan, hasil padi para petani akibat hama tikus ini menurun drastis. “Biasanya kami memanen padi dalam tiga petak sawah bisa menghasilkan satu ton gabah, ini mah paling juga dapat lima kwintal. Jadi para petani merugi,” keluhnya.

Sementara salah satu anggota PPL Kecamatan Maja, Suryana mengatakan, telah berkoordinasi dengan Distan Kabupaten Lebak agar memberikan bantuan pestisida. “Bantuan pestisida (racun pemberantas hama,red) belum turun, tapi para petani lebih memilih panen lebih awal. Jadi ya mau gimana lagi,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Distan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna mengatakan, tindakan para petani sudah tepat. (ahmadi/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.