Jumlah Pemudik Diprediksi Meningkat

SERANG, SNOL—Menjelang arus mudik dan arus balik tahun 2014, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) memperkirakan jumlah penumpang pada angkutan Lebaran tahun 2014/1435 Hijriyah mengalami peningkatan 8 sampai 10 persen. Kenaikan tersebut tidak jauh berbeda dengan perkiraan yang telah disampaikan oleh Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Kepala Dishubkominfo Provinsi Banten, Opar Sohari, Senin (19/5) mengungkapkan, meski belum dilakukan rapat secara khusus dengan sejumlah pihak dan instansi yang berhubungan dengan arus mudik, namun kenaikan penumpang lebaran mengalami kenaikan 10 peren. “Kenaikan penumpang di sejumlah tempat seperti pelabuhan penyeberangan, stasiun kereta api, bandara maupun terminal, sepertinya tidak jauh berbeda dengan perkiraan dari Kemenhub, sekitar 8-10 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, persiapan angkutan Lebaran tahun 2014 baru akan dilakukan pembahasan bersama dengan Dinas Perhubungan kabupaten/kota, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Angkasa Pura (AP) II, PT Indeonesia Ferry Cabang Merak dan Polda Banten pada Rabu besok.

“Rabu tanggal 21 Mei, kami akan melakukan rapat penyusunan rencana operasional (Renops) angkutan Lebaran 2014 di sini (kantor Dishubkominfo). Rapat Rabu besok adalah rapat penyusuan Renops untuk pertama kalinya, kami merencanakan dua atau tiga kali rapat maka akan menghasilkan Renops tahun 2014,” terangnya.

Namun demikian Opar memastikan, Renops angkutan lebaran tahun 2014 akan selesai pada minggu keempat bulan Juni atau minggu pertama bulan Ramadhan. “Pokoknya sebelum memasuki bulan puasa, gambaran Renops angkutan lebaran sudah dapat difinalkan,” ujarnya.

Sementara menghadapi permasalahan angkutan Lebaran yang sering terjadi setiap tahun seperti sarana prasana jalan dan fasilitas kenyamanan pemudik, Opar mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR) serta Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Banten. “Untuk jalan rusak, kami sudah berkoordinasi dengan DBMTR, dan untuk sarana penerangan jalan umum (PJU) di jalur mudik utama dan alternatif juga sudah dikoordinasikan dengan Distamben,” ungkapnya.

Untuk jalan rusak dan berlubang lanjut Opar, DBMTR telah menyatakan kesiapan perbaikan selesai sebelum arus mudik berlangsung, begitupun PJU oleh Distamben Provinsi Banten akan dikoordinasikan dengan Distamben kabupaten/kota. “Jalan milik provinsi dan nasional sudah ada kepastian akan layak dilalui sebelum H-7. Begitupun dengan PJU juga sedang dikomunikasikan oleh Distamben provinsi ke kabupaten/kota,” ungkapnya. (mg11/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.