Kena Razia, Puluhan Pelajar Pasang Wajah Lesu

PANDEGLANG,SNOL— Puluhan pelajar terjaring razia operasi simpatik Kalimaya 2014 yang digelar Satlantas Polres Pandeglang di sekitar alun-alun depan Pendopo Bupati Pandeglang, Senin (19/5). Para pelajar rata-rata tidak membawa STNK, SIM dan hanya menggunakan helm satu saat mengendarai sepeda motornya.

Pantauan Satelit News, Satlantas Polres Pandeglang menutup satu jalur di lokasi operasi tersebut. Selain memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, petugas juga memeriksa kelengkapan atribut kendaraan, seperti lampu sen, kaca spion, tutup pentil dan asesoris lainnya. Puluhan pelajar terlihat lesu dan cemberut saat terjaring razia. Operasi kalimaya ini berlangsung, dari pukul 13.00 WIB sampai pukul 14.30 WIB.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Satlantas Polres Pandeglang, Ipda Mugiyono mengatakan, kegitan ini dilaksanakan secara serentak di Indonesia. Sementara untuk wilayah Pandeglang dilaksanakan di empat titik, yaitu di perbatasan Pandeglang-Serang (Gayam), seputaran Alun-alun, Kadubanen dan di simpang Mengger.

“Selain itu, giat seperti ini juga dilakukan oleh para anggota di Polsek-polsek setempat,” ungkap Mugiyono di sela-sela kegiatan.

Bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas dan terjaring dalam operasi ini langsung ditilang ditempat. Namun, untuk pelajar yang tidak menggunakan helm dua atau tidak membawa SIM, di-berikan peringatan agar mereka tidak mengulanginya kembali. Sementara bagi pelajar yang tidak membawa STNK diminta pulang terlebih dahulu untuk mengambil STNKnya.

Dalam operasi kali ini, polisi juga menindak pengendara yang menggunakan knalpot bising (racing), yaitu dengan mengganti langsung dengan knalpot standar.

Kegiatan operasi simpatik ini digelar secara bertahap sampai pertengahan bulan Juni mendatang. Tujuannya untuk memberikan kesadaran dan peringatan kepada masyarakat, pentingnya tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas saat berkendara.

Sementara seorang pengendara yang terjaring razia, Rahmatullah mengatakan, dirinya menghargai adanya kegiatan operasi rutin yang dilakukan polisi. Warga Kecamatan Cimanuk ini juga berharap, pihak kepolisian juga bisa bersikap tegas dan tidak pandang bulu dalam menindak pengendara yang dianggap melanggar peraturan. (mardiana/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.