KPK Geledah RSUD Banten

SERANG,SNOL—Sedikitnya 25 tim penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten di Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (19/5). Penggeledahan berlangsung selama satu setengah jam yang dimulai pukul 15. 30 dan berakhir 17. 00 WIB.

Tim penyidik yang keluar dari ruang cafetaria RSUD Banten terlihat membawa dua koper, tiga tas, dan satu kardus. Dokumen itu kemudian dimasukan di lima kendaraan jenis minibus yang terparkir persis di depan lobi rumah sakit tersebut.

Puluhan penyidik KPK yang datang menggunakan minibus berplat nomor polisi masing-masing B 1442 CFZ, B 1904 SYU, B 1285 WVH, B 1880 WVJ, B 1615 FJ itu nampak tergesa-gesa saat keluar dari gedung RSUD Banten. Seusai melakukan penggeledahan, salah seorang penyidik KPK mengatakan, kedatangan mereka ke RSUD Banten untuk melakukan penyidikan kasus alat kesehatan (Alkes).

“Untuk Alkes,” kata penyidik KPK sambil naik kendaraan minibus yang sudah siap berangkat. Dia juga membenarkan bahwa penyidikan itu terkait dengan adik Ratu Atut Chosiyah yakni Tubagus Chaery Wardana alias Wawan.

Salah seorang sekuriti RSUD Banten menuturkan, puluhan penyidik KPK itu tidak hanya masuk ke ruang cafetraia untuk mengecek sejumlah dokumen dan data alkes, tetapi juga melakukan pemeriksaan terhadap fisik gedung RSUD Banten. Kursi roda dan tempat tidur pasien dilantai II RSUD Banten juga dicek oleh penyidik KPK.

Hingga berita ini ditulis, tidak ada penjelasan resmi dari pejabat RSUD Banten atas penggeledahan KPK itu. Direktur RSUD Banten, Andi Fatmawati tidak terlihat mendampingi penggeledahan dari lembaga antirasuah tersebut. (bagas/gil/gatot/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.