LSI: Prabowo Lebih Dirugikan Kampanye Negatif

JAKARTA,SNOL Lingkaran Survei Indonesia memprediksi ajang kampanye dalam Pemilihan Presiden 9 Juli mendatang diwarnai isu negatif yang masif.
Hanya ada dua pasangan capres-cawapres yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowoi-Hatta), dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Peneliti LSI Ardian Sopa mengungkapkan, kampanye negatif yang terjadi lebih mendera dan merugikan pasangan Prabowo-Hatta yang diusung poros koalisi bentukan Partai Gerindra.
“Pengaruh isu negatif terhadap keinginan pemilih dalam memilih Prabowo lebih besar dibanding Jokowi. Mereka yang percaya isu negatif Prabowo, ada potensi penurunan suara Prabowo sebesar 40-51 persen,” jelasnya dalam paparan survei bertajuk ‘Head to Head Jokowi-JK versus Prabowo-Hatta dan Kampanye Negatif’ di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta, Selasa (20/5).
Dia menjelaskan, ada empat isu negatif yang melekat bagi capres Jokowi. Yakni Jokowi kerap diibaratkan capres boneka, berbohong dan tidak menepati janjinya menjabat gubernur selama lima tahun, terlibat dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta, dan Jokowi lebih membela kelompok minoritas dan mengabaikan kepentingan mayoritas muslim.
“Dari empat isu negatif Jokowi, 9-39 persen publik menyatakan pernah mendengar atau tahu. Namun, dari mereka yang tahu atau pernah mendengar hanya 20-28 persen yang menyatakan percaya dengan isu negatif itu,” jelas Ardian.
Sedangkan capres Prabowo juga diterpa empat isu negatif. Yakni dugaan keterlibatan dalam kasus penculikan aktivis 1998, tidak harmonis dengan keluarga, tempramental dan suka menggunakan kekerasan, serta Prabowo tidak sukses dalam membangun bisnis.
“Dari mereka yang mendengar isu negatif Prabowo, sebanyak 51-72 persen menyatakan percaya pada isu tersebut,” paparnya.
Diketahui, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura. Sementara, Prabowo yang menggandeng Hatta Rasaja diusung Partai Gerindra, PPP, PKS, PAN, PBB, dan Partai Golkar.
Penelitian LSI sendiri digelar pada 1-9 Mei 2014 terhadap 2.400 responden di 33 provinsi. Mengggunakan metode sampel acak berjenjang (multistage random sampling) dengan tingkat kesalahan (margin of error) plus minus 2 persen.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.