118 Siswa Banten tak Lulus

SERANG,SNOL— Tegang, gundah dan cemas menghantui siswa kelas 12 SMA, MA dan SMK saat tengah menunggu pengumuman hasil kelulusan di sekolahnya. Mereka takut tak lulus usai menjalani Ujian Nasional beberapa hari lalu.

Seperti terlihat di SMK Negeri 2 Kota Serang, Selasa (20/5). Sejak pagi, para siswa sudah berdatangan ke sekolahnya. Siswa menunggu waktu pengumuman sambil nongkrong di pinggir jalan. Ada juga yang duduk-duduk di bangku taman. Padahal, pengumuman kelulusan sendiri baru diumumkan pukul 14.00 Wib. Untuk mengurangi ketegangan, pihak sekolah mengadakan acara pementasan musik dan beragam kegiatan.

“Jam dua siang diumuminnya,” ujar Helmi, salah satu siswa sekolah tersebut kepada wartawan, saat ditemui sebelum pengumuman.

Kepala Bidang Operasional Pendidikan SMK Negeri 2 Serang Tuti Suhartuti mengatakan, pihak sekolah sengaja mengundur jadwal pengumuman kelulusan siswa. “Kami mengantisipasi supaya tidak ada aksi corat-coret baju dan konvoi di jalan,” terang Tuti di ruang kerjanya.

Pengumuman hasil kelulusan langsung diberikan kepada orang tua siswa. “Jadi yang datang ke sekolah itu orang tuanya. Sekalian silaturahmi. Pengumuman dibagikan melalui wali kelas masing-masing. Kalau siswa juga datang minimal ada orang tua mereka di sekolah ikut mengawasi,” ungkapnya.

Saat pengumuman kelulusan diberikan, suasana langsung berubah. Raut wajah siswa terlihat ada yang gembira, namun ada juga yang menangis. Sebagai bentuk kegembiraannya mereka pun saling berpelukan mengucapkan selamat atas masing-masing kelulusannya. Hingga tak terasa, air mata haru menetes dipipi.

Curat-Coret Seragam Sekolah

Pemandangan berbeda terlihat di Kabupaten Lebak. Untuk melampiaskan kegembiraaanya, puluhan siswa SLTA di wilayah Kecamatan Rangkasbitung, tetap melakukan aksi curat-coret seragam di sepanjang jalan Rangkasbitung-Citeras.

Pantauan Satelit News Senin (20/5), selain melakukan aksi curat-coret di tepi jalan, mereka juga mengendarai sepeda motor dan naik di atas mobil bak terbuka menuju beberapa lokasi di wilayah Kecamatan Rangkasbitung.

“Kami sengaja melakukan aksi curat-coret seragam di sini. Kalau di sekitar sekolah kami, banyak anggota Polisi dan Satpol PP,” kata Iman Ilham (17), salah satu siswa SLTA di Kecamatan Rangkasbitung, kemarin.

Para siswa sebenarnya dilarang untuk melakukan aksi curat-coret oleh pihak sekolah, namun Ilham mengaku melakukan aksi curat-coret seragam adalah sesuatu yang lumrah dan biasa dilakukan oleh siswa yang dinyatakan lulus.

Senada dikatakan Puri Riswati (18) siswi lainnya. Para siswa hanya sebatas melakukan aksi curat-coret seragam, dan tidak lebih dari itu. “Kami sudah menyiapkan kok baju yang lain untuk disumbangkan kepada adik-adik kelas kami,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, salah satu guru di SMKN 2 Rangkasbitung Muhammad Amin, menyayangkan dengan adanya aksi curat-coret seragam ini. Ia meminta para orang tua mengawasi putra-putrinya. “Kami sudah maksimal melarang, namun tentunya orang tua dan masyarakat juga harus bisa mencegah,” tukasnya.

Salah satu orang tua siswa di Kecamatan Rangkasbitung Abdul Halim (42), mengaku dirinya sudah maksimal mengawasi putranya untuk tidak melakukan aksi curat-coret seragam. “Anak saya dari sekolah sempat pulang ke rumah. Memang keluarnya tidak pakai seragam sehingga saya tidak curiga, ternyata seragamnya sudah disimpan di tas, saya sedikit kecolongan sih,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebak Juanda menginginkan kejadian serupa tidak terulang lagi pada masa yang akan datang. Pihaknya sudah mengeluarkan surat imbauan larangan melakukan aksi curat-coret seragam ke setiap sekolah. “Butuh kerjasama antara orang tua, masyarakat dan pihak sekolah,” jelasnya.

Kelulusan Siswa SMA Diklaim Meningkat

Prosentase kelulusan siswa SMA/SMK/MA di Provinsi Banten tahun 2014 ini diklaim mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Hudaya mengatakan, untuk SMA/MA siswa yang lulus mencapai 99.81 persen, sedangkan yang tidak lulus 0.19 persen atau sebanyak 118 siswa. Tahun lalu, prosentase kelulusan mencapai 99.48 persen, dan yang tidak lulus 0.52 persen.

Selain SMA dan MA, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) juga mengalami kenaikan tingkat kelulusannya. “Dari total jumlah peserta siswa, yang tidak lulus hanya 21 siswa. Prosentase tidak lulus 0.04 persen. Ini berarti ada kenaikan prosentase kelulusan tahun lalu 99.95 persen, sedangkan tahun ini 99.96 persen,” kata Hudaya, Selasa (20/5).

Sebaran kota/kabupaten siswa yang tidak lulus adalah, untuk Kota Serang 1 orang, Kota Tangerang 8 orang, Kota Cilegon 2 orang, Kota Tangsel 7 orang, Kabupaten Serang 11 orang, Kabupaten Pandeglang 7 orang, Kabupaten Lebak 37 orang, dan Kabupaten Tangerang 45 orang. Adapun jumlah peserta ujian nasional untuk di Banten pada tahun ini adalah 121.827.

Sekretaris Ujian Nasional (UN) Provinsi Banten, Rudi Darmawan menjelaskan, pengumuman kelulusan untuk siswa SMA sederajat dilakukan dengan sistem tertutup. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari konsentrasi siswa di salah satu tempat. Mekanisme pengumuman tertutup dilakukan dengan dua cara, yakni mengirimkan surat melalui PT Pos. “Bisa juga pengumuman kelulusan diambil oleh wali murid ke sekolah-sekolah,” imbuhnya. Siswa yang tak lulus rata-rata karena tak hadir baik saat UN maupun UN susulan. (mg11/ahmadi/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.