3 Calon Sekda Usulan Atut Terancam Dianulir Mendagri

SERANG,SNOL- Setelah menunggu hampir 10 hari, akhirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi membalas surat yang dikirim oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno terkait tiga nama calon sekda yang diusulkan Gubernur Banten nonaktif, Ratu Atut Chosiyah.

Dalam suratnya, Gamawan merespon permohonan Rano agar calon sekda yang diusulkan Atut Chosiyah itu dikaji ulang. Rano juga diberi kewenangan untuk melakukan rotasi rotasi jabatan untuk eselon IV, III dan II. Dalam surat itu, juga disebutkan bahwa rotasi bisa dilakukan oleh Plt gubernur untuk mengisi kekosongan jabatan.

Sekda Banten Muhadi, akhir pekan lalu mengakui bahwa Pemprov Banten telah menerima surat balasan dari Kemendagri terkait usulan calon sekda tersebut. “Sudah ada jawabanya dari Kemendagri,” ujar Muhadi.

Isi surat itu, lanjut Muhadi, menyatakan bahwa Kemendagri akan mencabut tiga nama calon sekda usulan Atut Chosiyah setelah Pemprov Banten kembali mengusulkan tiga nama baru.

“Tiga nama yang akan diusulkan kembali oleh pemprov adalah hasil seleksi, sesuai Pasal 114, Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN),” ujarnya.

Dalam Pasal 144 tersebut, lanjut Muhadi, untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi madya di tingkat provinsi dalam hal ini sekda, terlebih dahulu akan membentuk panitia seleksi (Pansel). Untuk teknis seleksi rencananya akan melibatkan Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Kami akan melakukan koordinasi dengan LAN,” imbuhnya.

Disinggung terkait biaya untuk seleksi sekda, kata Muhadi, kemungkinan akan dilakukan pergeseran anggaran. “Karena kalau menunggu anggaran di APBD perubahan terlalu lama,” tuturnya.

“Dalam surat yang diterima dari Kemendagri juga telah mengizinkan Plt Gubernur Banten melakukan rotasi jabatan dan melakukan pengisian kekosongan jabatan. Tapi Plt gubernur tidak diperbolehkan untuk memindahkan pegawai dari jabatan fungsional ke struktural, tidak menurunkan jabatan dan tidak melakukan nonjob,” ujarnya.

Menyikapi hal itu kata Muhadi, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemprov Banten telah melakukan rapat untuk merotasi jabatan dan pengisian jabatan kosong. “Rapat Baperjakat sudah kita lakukan,” katanya.

Asisten Daerah III Pemprov Banten, M Yanuar menambahkan, ada beberapa jabatan yang kosong di lingkungan Pemprov Banten. Untuk eselon dua atau setingkat kepala dinas, ada dua posisi yang kosong yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans). Untuk eselon III sebanyak 27 orang, sedangkan untuk eselon IV sebanyak 60 orang. “Untuk eselon IV banyak, sekitar 60-an,” kata Yanuar yang juga anggota Baperjakat.

Seperti diketahui, tiga nama calon sekda yang diusulkan Atut ke Kemendagri pada 24 April lalu adalah Zaenal Mutaqin, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten. Zaenal saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus bantuan dana hibah tahun 2011 dan tahun 2012 oleh Kejati Banten.

Calon lainya adalah Opar Sohari, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), dan Hudaya Latuconsina, Kepala Dinas Pendidikan.(rus/igo/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.