Nolong Teman, Malah Tewas Ditikam

Dua Pemuda Dikeroyok Pengamen

PANONGAN,SNOL—Malang sekali nasib Kiki Baehaki (20) dan Endang (17). Warga Kampung Waru 2, RT.07/4, Desa Sukaharja Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang itu dikeroyok sekelompok pengamen saat tengah menikmati malam mingguan di kawasan Citra Raya Kecamatan Panongan, Sabtu (24/5) malam. Baehaki tewas di tempat, sedangkan Endang dilarikan kerumah sakit.

Keduanya menjadi korban salah sasaran sekelompok pemuda yang mengamuk dan mengeroyoknya di lapangan samping Ciputra Hospital Citra Raya, Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang. Dalam peristiwa itu, Baehaki tewas dengan luka bacok dibagian kening, punggung belakang dan luka robek pada kaki kanan dan kiri. Sementara Endang menderita luka bacok dibeberapa bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Siloam Karawaci.

Kanit Reskrim Polsek Panongan, Ipda Ucu mengatakan, kejadian itu bermula saat Muhamad Hadi yang sedang berada di warnet mendapat informasi bahwa adiknya bernama Muhamad Hafidz menjadi korban pemukulan oleh orang tak dikenal. Mendapat kabar tersebut, Hadi bersama teman-temannya langsung mencari adiknya dan sudah menyiapkan pisau belati serta pipa besi.

“Setalah muter-muter, bertemulah Hadi dengan adiknya (Hafidz) yang sedang menanyakan pelaku pemukulan kepada Endang. Tapi tiba-tiba Hadi menusuk Endang, Hadi mengira Endang yang sedang ngobrol sama adiknya adalah pelaku pemukulan,” jelasnya.

Setelah pelaku melakukan penusukan, dia langsung kabur meninggalkan lokasi dan meninggalkan pisaunya di tempat kejadian. Namun karena para pelaku takut korban melapor ke polisi, mereka kembali ke TKP untuk mengambil pisau yang ditinggalkannya.

“Disitulah ada Baehaki yang sedang menolong Endang. Kemudian terjadi perkelahian antara Baehaki dan para pelaku yang jumlahnya enam orang. Setelah mengeroyok kemudian para pelaku kabur,” katanya.

Peristiwa ini terjadi karena salah paham antara pelaku dan korban. Pelaku yang berjumlah enam orang, empat orang diantaranya sudah diamankan. Sedangkan dua orang lagi masih dalam pengejaran. Mereka berprofesi sebagai pengamen.

“Empat orang yang sudah dimintai keterangan yaitu M Fafidz, M. Hadi, Soni dan Caka. Yang dua lagi masih dicari untuk diketahui apa perannya,” ujarnya. (uis/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.