Banyak Galian, Jalan di Kabupaten Tangerang Cepat Rusak

TANGERANG,SNOL — Pemerintah Kabupaten Tangerang diminta bertindak tegas dan menutup keberadaan dan aktivitas perusahaan penambangan galian C di wilayahnya. Anggota DPRD menuding, kerusakan badan jalan raya sebagian besar diakibatkan banyaknya lalulalang truk pengangkut tanah.

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Entus Satibi mengungkapkan, hingga saat ini perusahaan penambangan masih banyak ditemukan di sejumlah wilayah. Beberapa diantaranya bisa ditemukan di Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis.

Akibat dari adanya aktivitas galian, kondisi ruas jalan raya di wilayah Rajeg dan beberapa kecamatan lainnya jadi cepat rusak karena volume kendaraan truk pengangkut tanah cukup tinggi. “Itu truk tanah siang-malem nginjak jalan raya. Gimana jalan raya ga cepat rusak,” ungkap Entus kepada Satelit News, Minggu (25/5).

Menurutnya, Pemda membangun infrastruktur jalan dan jembatan dan lainnya menggunakan uang pajak dan retribusi dari rakyat yang jumlahnya miliaran rupiah, tapi yang menikmati dan merusaknya justru truk-truk pengangkut tanah dari perusahaan penambangan. Padahal galian C tidak ada pajak maupun retribusinya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dia menyayangkan sikap dan kinerja Satpol PP selaku penegak Peraturan Daerah (Perda) serta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang tidak tegas dalam menindak pengusaha galian C serta truk pengangkut tanah/ pasir dan tidak melakukan pengawasan secara kontinyu terhadap keberadaan galian tersebut.

Terpisah, tokoh masyarakat Kecamatan Rajeg, Surdin membenarkan adanya beberapa perusahaan penambangan didaerahnya serta banyaknya truk pengangkut tanah yang berlalulalang di jalan raya. Banyaknya truk-truk itu menimbulkan banyak kerusakan pada badan jalan raya yang dilintasinya, seperti jalan raya Daon, Cadas, Kukun serta jalan arah Sukadiri-Jati-Mauk. Keberadaaan truk juga membuat jalan raya jadi kotor, berdebu, licin serta membahayakan pengguna jalan. “Kami juga jadi kurang nyaman,” ungkap warga Lembangsari Rajeg itu.

Pihaknya berharap pengusaha galian punya inisiatif dengan membersihkan ruas jalan dari gundukan tanah dan debu agar tidak kotor. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.