Kakek Asal Malaysia Selundupkan Sabu

BANDARA,SNOL— YA (55) pria lanjut usia asal Malaysia ini harus kembali merasakan dinginnya jeruji besi setelah dibekuk Tim Customs Tactical Unit (CTU) KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta. YA, merupakan residivis di Malaysia. Dia dipenjara selama 9 tahun karena kasus narkotika. Namun baru satu bulan menghirup udara bebas, YA kembali menyelundupkan 194 gram Sabu ke Indonesia yang disimpan di dalam sepatunya melalui Bandara Soekarno-Hatta pada, Minggu (11/5) lalu.

Selain YA, di waktu yang bersamaan, petugas juga membekuk TL (62) warga negara Malaysia lantaran menyelundupkan Sabu seberat 2.850 gram yang ditempelkan di pahanya (boddy strapping). Kedua kakek asal negeri jiran itu hanya bisa tertunduk malu menyesali perbuatannya. Bahkan, keduanya sempat terurai air mata karena terancam menghabiskan masa hidupnya di penjara.

“Kedua tersanga membawa barang tersebut dengan menumpangi pesawat Cathay Pasific (CX-777) rute Hongkong-Jakarta yang mendarat di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Petugas mencurigai keduanya yang diduga membawa barang larangan berupa narkotika,” kata Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Okto Irianto.

Atas kecurigaan tersebut, dilakukan pemeriksaan badan dan pemeriksaan barang atas bawaan penumpang. Pada saat pemeriksaan badan terdapat benda yang mencurigakan yang ditempelkan di paha tersangka TL. Dan,  tersangka YA yang menyembunyikan narkotika jenis Sabu di dalam sepatu. “Berdasarkan hasil pengujian di laboraturium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Bea dan Cukai (CPIB) Cempaka Putih, kristal bening tersebut positif narkotika dan jenis Methamphetamine (Sabu),” ujarnya.

Wakasat Narkoba Polres Bandara Soekaro Hatta AKP Subekti mengatakan, modus yang digunakan para pelaku merupakan modus lama. Namun para pelaku yang ditangkap hanya kurir yang diperintah membawa Sabu ke Indonesia. “Barang ini kebanyakan dari China dan Hongkong, mereka hanya kurir, sedangkan bandarnya warga negara asing, kebanyakan berasal dari Nigeria. Semua jadi DPO kita,”  katanya.

Sampai saat ini, penindakan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta mulai awal Januari 2014 sampai tanggal 26 Mei 2014, Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta telah mengungkap sebanyak 34 kasus dengan mengamankan 31 WNI dan 21 WNA. Barang bukti yang diamankan sebanyak 41 Kg lebih dan 20 tablet dengan estimasi senilai Rp 54 miliar lebih. Sesuai UU No 35/2009 tentang Narkotika, para pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 1 dan 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda sebanyak 10 miliar. Dalam hal barang bukti melebihi 5 gram pelaku dipidana dengan pidana mati, seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum 10 miliar ditambah 1/3. (uis/made

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.