Plt Gubernur Banten Kritik Pelaksanaan LKS

KABUPATEN TANGERANG,SNOL— Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Banten Rano Karno mengkritik pelaksanaan Lomba Kreatifitas Siswa (LKS) tingkat Provinsi Banten yang digelar Senin 26 hingga 28 Mei.

Rano mengungkapkan seharusnya LKS sebagai ajang kompetisi bergengsi dikalangan pelajar Banten ini, dalam pelaksanaannya  tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Semua harus sudah siap sedia, mulai dari musik, sound system, microphone, dan lainnya. Jangan sampai kesalahan yang kecil akan mempengaruhi hasil yang besar. “contoh tadi, menyanyikan lagu Indonesia raya dan lagu lainnya lebih besar suara musik daripada paduan suaranya, ditambah microphone yang mati saat tari saman,” ujar Rano saat membuka acara tersebut.

Kesalahan sekecil ini bagi Rano tidak bisa ditolerir karena semua harus sudah siap dipanggung ini. Kondisi seperti ini artinya tidak ada persiapan yang matang dari panitia baik tingkat provinsi maupun tingkat lokal.

Rano mengajak kepada seluruh peserta dan tamu undangan untuk mengevaluasi bersama prosesi pembukaan yang berlangsung. Bahwa dari sini, bagi para peserta untuk tidak melakukan kesalahan kecil yang mengakibatkan kegagalan. “Ini kompetisi, pasti semua persiapannya sudah dilakukan dengan matang dan baik. Apalagi ajang ini untuk mencari bibit yang akan dibawa ke ajang tingkat Nasional untuk meraih kemenangan yang memang harus diraih,” pungkasnya.

Kepala seksi kesiswaan SMA/SMK kabupaten Tangerang pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Ali Marisan mengungkapkan, pelaksanaan ini Dinas Kabupaten Tangerang hanya hanya memfasilitasi tempat dan panitia pelaksana sedangkan kegiatan ini merupakan hajat Provinsi Banten.

“Kami hanya memfasilitasi tempat dan panitia lokal, selebihnya persiapan dilakukan oleh pihak provinsi,” ungkapnya.

Namun begitu sebagai tuan rumah, Ali berharap peserta perwakilan dari Kabupaten Tangerang bisa memberikan hasil yang maksimal dan bisa membawa nama baik Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten diajang Nasional. Dari 31 jenis perlombaan hanya 25 perlombaan yang dapat diikuti oleh kontingen asal Kabupaten Tangerang.  “Memang ada sebagian sekolah yang belum memiliki jurusan dari jenis perlombaan, dan ada juga sekolah yang memiliki jurusan tetapi tidak dilombakan,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya Latuconsina ajang ini sebagai wahana keterampilan siswa sesuai dengan tuntutan dunia kerja saat ini dan meningkatkan citra SMK.

Ditambahkan Hudaya, ada 31 jenis perlombaan dengan 5 kategori. Kategori tekhnologi jenis lomba Automobile Technology, Cemistry, Welding, CNC Milling, Production Machine, Electrical Instalation, Industrial Control, Graphic Design Technology, IT Software Application, Auto CAD Building, Mekatronika, Mechanical Enginering CADD.

Kategori Tekhnologi Informasi dan Komunikasi meliputi IT Networking Support, Web Design, Animation. Kategori Pertanian meliputi Agronomy, Post Harvest Technology Fishery, Nautica. Kategori Pariwisata meliputi Ladies Dress Making, Cooking, Restaurant Service, Hotel Accomodation. Dan kategori Bisnis dan Manajemen meliputi Accounting, Marketing, Secretary, Farmasi, dan Mould Making.

Menurut Hudaya, dari 8 Kota/Kabupaten di Provinsi Banten total peserta secara keseluruhan 176 peserta yang nantinya akan disaring menjadi 31 peserta untuk menjadi tim menuju ajang LKS tingkat Nasional mewakili Provinsi Banten.

Hudaya berharap diajang Nasional nanti perwakilan dari Provinsi Banten dapat memperoleh peringkat kelima. Karena untuk memperoleh juara umum tidak akan mungkin, dari 120 lebih jenis perlombaan Provinsi Banten hanya mengirim 31 tim yang akan mengikuti perlombaan.

“targetnya juara peringkat ke-5, untuk jadi juara umum tidak mungkin karena kita hanya mengirim 31 tim artinya 31 henis perlombaan,” harapnya. (mg14/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.