Akses Keluar Masuk Ditutup, Transmart Diprotes

TANGERANG,SNOL— Ratusan warga perumahan Mahkota Mas, Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang menggelar aksi protes terhadap pengelola pusat perbelanjaan Transmart, Rabu (28/5) malam. Aksi tersebut dilakukan lantaran warga resah atas penutupan akses jalan serta dipasangnya secure parking oleh pihak pengelola.

Sekitar pukul 19.00 WIB, warga berkumpul di bawah tenda yang disediakan oleh pengurus RW di dekat pos pengaman perumahan Mahkota Mas. Ratusan warga yang difasilitasi oleh pengurus RW itu menggelar diskusi dan tanya jawab atas tindakan pengelola Transmart yang dinilai sewenang-wenang melakukan penutupan akses warga.

Ketua RW 09 Perumahan Mahkota Mas Kelurahan Cikokol, Legiran mengatakan, warga sangat resah dengan adanya secure parking di pintu masuk perumahan Mahkota Mas yang dilakukan oleh Transmart. Di perumahan Mahkota Mas terdiri dari 3 RT dan 1 RW dengan 265 kepala keluarga. Menurut dia, sebelumnya ada pengelola parkir ISS, dan warga tidak ada masalah, kemudian ketika diganti secure parking barulah warga menjadi resah.

“Keresahan warga dengan adanya secure parking itu menimbulkan kemacetan yang panjang. Karena ketika masuk kita harus mengambil tiket, sampai di gerbang perumahan kita menyerahkan tiket. Kalau keluar kita mengambil tiket dan menyerahkan tiket,” jelasnya

Legiran menambahkan, bukan hanya kemacetan yang panjang tetapi tamu yang mau datang juga diwajibkan membayar. “Padahal itu adalah akses jalan milik warga. Bukan milik pengelola Transmart,” ujarnya. Pertemuan yang berlangsung selama satu jam setengah itu berjalan kondusif. Bukan hanya warga yang hadir, tetapi pemilik ruko yang ada di perumahan Mahkota Mas juga ikut dalam pertemuan yang membahas masalah pintu keluar masuk. Kemudian, pertemuan  dilanjutkan dengan pembongkaran paksa portal yang terkunci rantai dan gembok agar akses warga kembali lancar.

Selain itu, warga juga memprotes pembangunan yang dilakukan pengelola baru (sebelumnya dikelola pusat pembelanjaan), lantaran warga sama sekali tidak diberitahu site plan pembangunan tersebut. “Kami mempertanyakan izin lingkungan itu dapat dari mana, karena kami merasa belum pernah dipaparkan perihal site plan pembangunan itu,” ujar Sekretaris RW 09, Mel Goa. Mel Goa mengatakan, Rukun Warga (RW) adalah sebagai pemerintahan sekup terkecil yang juga harus dihormati. Dengan adanya secure parking ini warga menjadi terganggu dan risih terhadap perubahan perihal pintu keluar masuk.

“Harusnya ada izin dari warga, jangan seenak-enaknya saja melakukan perubahan tanpa diketahui warga,” ujarnya. Sebab, lanjut dia, hal tersebut sangatlah berdampak pada kelangsungan hidup sekira 265 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kompleks itu. “Kami juga pastinya akan terkena dampaknya. Diantaranya adalah banjir setiap kali penghujan datang. Seharusnya mereka (pengelola) berkoordinasi juga dengan kami, terkait site plane pembangunan itu,” tukasnya.

Warga juga berharap, hal ini menjadi perhatian, baik itu bagi pihak pengelola atau pun pemerintah setempat. “Kami berbicara ini bukan dalam rangka tidak mengizinkan pembangunan itu. Justru kami selalu mendukung setiap pembagunan yang ada di kota ini. Tapi kami juga berhak dilibatkan, karena kami lebih dulu tinggal di sini,” tuturnya. Salah satu warga, Ali mengatakan dia sudah 14 tahun tinggal di perumahan Mahkota Mas. Dia tidak mempermasalahkan keberadaan Transmart. Namun ia menyayangkan adanya perubahan akses jalan warga yang tidak melalui proses izin kepada warga, padahal warga lebih dulu ada dari pada Transmart.

“Saya ketika mau masuk ditanya alamatnya dimana dan itu membuat kemacetan. Dan saya pernah waktu keluar karcisnya hilang dikenakan denda 10 ribu, apakah keluar rumah sendiri harus bayar?,” pungkasnya. Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak Transmart. (uis/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.