Sepeda Damkar Hasta Kian Laris

CIPUTAT,SNOL— Susatyo Adi, pencipta sepeda Pemadam Kebakaran (Damkar) Hasta mengklaim penjualan produknya meningkat hingga 300 persen pertahun. Saat ini sepeda yang dirakit di Ruko Bukit Nusa Indah, Serua, Kecamatan Ciputat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ini dibandrol Rp47 juta. Peminatnya pun didominasi oleh pemerintah daerah.

Sepeda Damkar Hasta adalah produk inovasi Susatyo Adi paling anyar saat ini. Pria yang suka mengumpulkan barang-barang antik ini sebelumnya sudah meluncurkan beragam produk inovasi lainnya di tahun 2011, yakni alat pencapit sampah dan sepeda kebersihan.

Susatyo mengaku, sudah menjalankan bisnis inovatif ini selama 2 tahun dengan modal awal sebesar Rp75 juta. Kemudian hingga tahun kedua dirinya berhasil menciptakan 50 unit sepeda Damkar Hasta, hingga kini sekitar 200 unit sepeda yang sudah dihasilkannya. Ia menjual sepeda tersebut dengan harga Rp47 juta/ sepeda Damkar. “Dengan kenaikan penjualan pertahun hingga mencapai 300 persen,” ujarnya saat ditemui di bengkel perakitan sepeda Damkar, Kamis (29/5).

Saat ini konsumen sepeda Damkarnya adalah Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Berau Kalimantan Timur. “Kami juga menempel stiker program pemerintah daerah yang menjadi konsumen atau bekerjasama dengan kami. Selain pemerintah, taman-taman yang ada di seluruh DKI juga menggunakan sepeda Damkar kami,” ucap Susatyo.

Pihaknya juga telah mendapat dukungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, sebagai salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang produknya banyak dipesan oleh Pemprov DKI Jakarta. Kemudian produknya disalurkan ke daerah terpencil yang rawan kebakaran. Ia menambahkan, bahwa sepeda Damkar sudah mendapatkan sertifikat uji labolatorium dan dukungan langsung dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemprov DKI Jakarta.

“Sepeda Damkar ini dilengkapi oleh fire engine pump dan trolley berisikan 2 drum air sebanyak 230 liter. Sehingga mengandung kebaikan universal yakni, menghemat energi, ramah lingkungan, tanpa BBM, tanpa polusi, dan tanpa memandang gender bagi siapa saja yang menggowes sepeda tersebut. Selain itu, saya juga mempekerjakan anak-anak putus sekolah sebagai tenaga perakit,” pungkasnya. (mg21/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.