Titi Tewas Usai Disiram Air Keras

PONDOK AREN,SNOL—Perjalanan hidup Titi Tinari, seorang tukang sayur warga RT 02 / RW 04Pondok Kacang Timur, Pondok Aren Kota Tangsel berakhir mengenaskan. Titi tewas setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal saat sedang mendorong gerobak sayur menuju rumahnya, Jumat (27/6) siang.

Penyiraman air keras terhadap perempuan 47 tahun itu terjadi di Jalan Raya dr Setia Budi, Kampung Kebon Manggis Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.00 wib itu bermula ketika Titi tengah berjalan sembari mendorong gerobak sayurnya, ke arah rumahnya. Dari arah belakang, tiba–tiba muncul seorang mengendarai motor dengan wajah yang tertutup rapat oleh helm. Pengendara sepeda motor itu tersebut langsung menyiramkan air keras ke punggung korban.Mendapatkan siraman air keras, Titi langsung berteriak histeris meminta tolong sementara pelaku langsung kabur dengan mengencangkan laju motornya. Seorang satpam yang berada di sekitar kejadian, Adung (40), kemudian menghampiri Titi yang sudah terkapar kesakitan.

“Oleh saksi, korban dibawa ke Puskesmas Pondok Aren. Karena keadaannya mengkhawatirkan, akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Aqidah,” ujarKapolsek Pondok Aren, Kombespol Hafidz Herlambang, kemarin. Sayangnya, kondisi Titi sudah sangat parah. RS Aqidah tak mampu menanganikorban.Akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Kota Tangerang. Dia kemudian menghembuskan napas terakhirnya sesaat setelah tiba di UGD rumah sakit milik Walikota Tangerang itu.

“Kondisinya sudah sangat parah, padahal sudah tiga kali penanganan berbeda,” ujar Hafidz. Sementara almarhum yang terus didampingi sang suami Sarmin mengaku kaget atas kejadian yang menimpa istrinya. Selama ini sang istri yang sehari-hari berjualan sayur keliling dengan gerobaknya ke tiap perumahan diketahui tidak memiliki permasalahan dengan orang lain.

“Tidak pernah dia cerita ada masalah. Dengan penjual sayur lain atau dengan pelanggannya,” ujar Sarmin dengan wajah sembab.Sarmin mengetahui istrinya selalu pulang dengan kondisi gerobak yang sudah kosong karena sayur-sayuran yang dijualnya sudah laris manis diborong pembeli. Dengan kematian sang istri, Sarmin mengaku kasusnya diserahkan kepolisian untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Serahkan saja ke polisi, sementara kami pihak keluarga fokus memakamkan istri,” pungkasnya. Hingga kini, kepolisian sudah mengamankan gerobak milik korban serta wadah yang digunakan untuk menampung air keras. (pramita/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.