Sopir Bus Penggilas Bocah Jadi Tersangka Tunggal

TANGERANG,SNOL Wahyudin, Pengemudi Bus Putra JPU jurusan Jasinga-Kalideres bernomor polisi B-7170 ID yang menggilas Siti Khumairotunnisa, bocah berusia 2 tahun di Tigaraksa akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan dan penyidikan oleh tim Satlantas Polres Tigaraksa. Pemilik Bus dan kenek hanya dijadikan saksi.

“Ya hari ini (kamis), kita sudah tetapkan secara resmi pengemudi bus tersebut sebagai tersangka. Kalau pemilik bus dan kenek hanya diperiksa sebagai saksi saja,” kata Kasatlantas Polres Tigaraksa, Kompol Donni Eka Syahputra, Kamis (7/8) malam melalui sambungan selulernya.

Dia mengatakan penetapan status sebagai tersangka sudah berdasarkan keterangan saksi sebanyak empat orang dan bukti-bukti yang ada. Saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Tigaraksa. Tersangka dijerat pasal 310 ayat 4 nomor 22 tahun 2002 tentang Undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Hukuman terendah dalam pasal ini ialah satu tahun penjara, sementara maksimalnya enam tahun penjara.

“Pengemudi kita nyatakan telah lalai yang mengakibatkan orang meninggal dunia. Dia mengemudikan bus tersebut tidak kencang karena memang dalam keadaan ramai. Tetapi dia memaksakan untuk mendahului pengendara sepeda motor yang mengakibatkan kecelakaan dan kerugian jiwa,” katanya.

Sebelumnya, Bus Putra JPU jurusan Jasinga-Kalideres yang dikendarai tersangka menabrak motor yang dikemudikan oleh Wahyudin. Kemudian bus tersebut menggilas Siti Khumairotunnisa, bocah berusia 2 tahun warga Kampung Kadu RT01/01, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa hingga tewas. Bus yang menabrak korban juga dibakar oleh massa yang kesal dengan kejadian tersebut.

“Kami tidak menetapkan tersangka kepada massa yang membakar bus karena sangat sulit menetapkan siapa pelakunya dan itu menjadi urusan kriminal bukan Satlantas,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, bus KJU Putra dibakar massa di depan pasar Tigaraksa, Rabu (6/8). Bus dibakar setelah menyenggol sepeda motor yang ditumpangi Satibi, Saidah dan Siti Khumairotunnisa. Senggolan membuat Siti terjatuh dan masuk ke kolong bus. Bocah berusia dua tahun itu tergilas hingga akhirnya tewas. (uis/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.