APBD Kota Tangsel 2015 Bisa Lebih Rp 2,7 Triliun

SETU, SNOL DPRD Tangsel dan Pemkot Tangsel telah menyetujui Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Platfon Anggaran Sementara (KUAPPAS) 2015. APBD 2015 mencapai lebih dari Rp 2,7 triliun.

Wakil Ketua DPRD Tangsel, Ahadi mengatakan, anggaran tersebut nantinya bakal dibagi ke dalam Belanja Langsung sebesar Rp 1,6 trilun lebih, dan sisanya diperuntukan untuk Belanja Tidak Langsung.

“Sudah dilakukan kesepahaman KUPPAS antara DPRD dengan Pemkot Tangsel, dan kami memperkirakan, APBD Murni 2015 nanti lebih dari Rp 2,7 trilun,” ungkap Ahadi di Gedung DPRD Kecamatan Setu, Senin (10/11).

Politisi Gerindra ini menambahkan, ada beberapa prioritas yang akan diselesaikan dengan anggaran 2015 nanti, yakni pembangunan gedung Pemkot, Mapolresta Tangsel, serta beberapa dana sosial yang akan digulirkan. “Sisanya seperti pada umumnya, yaitu untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan dan kesehatan,” katanya.

Anggota Badan Anggaran DPRD Tangsel, Indah Dewi Damayanti mengatakan, usai kesepakatan KUAPPAS, selanjutnya akan dilakukan pembahasan. “Setelah reses ini, kami akan segerakan melakukan pembahasan dengan mitra kerja masing-masing komisi,” ujarnya.

Reses juga bagian dari penyerapan aspirasi masyarakat yang bisa dimasukan dalam APBD 2015 nanti. “Agar kami tahu apa yang menjadi prioritas masyarakat, dan bisa kami usulkan untuk dimasukan di APBD 2015 nanti,” tuturnya.

Kepala Bappeda Tangsel, Teddy Meyadi mengatakan, pada 2015 rancangan belanja langsungnya mencapai Rp 1.604.457.300.000. Angka tersebut, jelasnya, lebih rendah dari APBD murni 2014 sebesar Rp 1.973.115.000.

“Kalau 2014 itu kan SILPA 2013 masuk semua disana, ada sekitar Rp 560 miliar, dan itu semua sudah dipergunakan di murni 2014,” katanya.

Ke depannya, angka Rp 1,6 triliun ini akan diprioritaskan untuk berbagai pembangunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kecamatan, serta program-program strategis wilayah.

Misalnya, ujar Teddy, penambahan ruang kelas yang akan dilaksanakan tahun depan. Rencananya 2015 bakal dibangun 417 ruang kelas untuk SD, perkantoran kelurahan yang direncanakan akan dibangun di 10 lokasi berbeda.

“Itu kan baru rancangan, semoga semua lancar dan disetujui DPRD sehingga bisa segera diselenggarakan di tahun depan,” pungkasnya.

Pengamat Kebijakan Publik M Zaki Mubarak mengatakan, APBD yang naik tersebut menujukan bahwa Kota Tangsel saat ini semakin berkembang dari segi ekonomi.

“PAD Tangsel juga meningkat, terutama dari pendapatan pajak daerah. Dengan semakin tingginya APBD ini seharusnya berkorelasi juga dengan peningkatan kesejahteraan rakyat, makin baiknya pelayanan publik, serta membuka lapangan kerja,” paparnya.

Zaki juga mengatakan, persoalan selanjutnya adalah apakah dengan APBD yang terus meningkat tersebut dapat dimanfaatkan dengan benar, dan prioritas yang lebih jelas dalam program 2015. “

“Bagaimana juga kapasitas Pemkot harus mumpuni dalam melakukan penyerapan anggaran yang besar itu. Jangan sampai ada cerita lagi ada anggaran yang meyimpang dan pejabat yang terjerat kasus korupsi,” tegasnya. (pramita/dm/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.