Menteri Gobel Ingatkan Larangan Peredaran Miras di Serpong

SERPONG,SNOL Pengelola minimarket dan supermarket di wilayah Tangerang diwanti-wanti untuk tidak menjual minuman keras dengan kadar 0 persen sekali pun di tokonya.

Peringatan itu disampaikan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel disela kunjungannya ke Pasar Modern BSD Kecamatan Serpong Kota Tangsel, Sabtu (31/1) lalu.

“Minuman beralkohol apapun dan berapa persen kadarnya, tidak boleh dijual di minimarket,” tegas pria bertubuh gempal itu.

Larangan penjualan miras di minimarket diterapkan karena tempat usaha yang dikelola secara waralaba kini merambah ke lingkungan terpencil. Di beberapa tempat sudah berdampingan dengan sekolah ataupun kampus. Dengan demikian, akses masyarakat bahkan pelajar memperoleh minuman keras menjadi sangat mudah.

“Karena kekhawatiran itu, per 1 April 2015 Permendag itu berlaku, otomatis semua pengelola supermarket dan minimarket harus memngosongkan stok minuman beralkohol dari tokonya,” ujar Gobel.

Kalaupun masih ada pengusaha atau pengelola minimarket yang membandel masih menjual miras, dengan tegas ijin usahanya akan dicabut. Sebab, perilaku demikian dianggap pengusaha yang hanya mementingkan keberlangsungan roda usahanya saja. Tapi tidak memikirkan masa depan generasi muda.

Di dalam Permendag itu, tercatat beberapa aturan yang membatasi pembelian Miras. Pertama, penempatan minuman beralkohol golongan A ditempatkan pada tempat khusus dan terpisah dengan produk lainnya dan diberi sticker/tanda batas usia pembeli 21 tahun atau lebih.

Kedua, dalam meletakkan minuman beralkohol golongan A, konsumen tidak boleh lagi mengambil produknya sendiri melainkan melalui petugas dan ketiga, konsumen wajib menunjukkan KTP ketika melakukan transaksi pembelian minuman beralkohol.

Permendag baru ini ternyata disambut baik Pemkot Tangsel. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Muhammad mengatakan di bulan Februari ini mulai diberlaku-kan Perda Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Perijinan Usaha Perdagangan dan Industri. Namun Perda itu masih harus disosialisasikan ke pengusaha.

“Februari ini sampai dua bulan ke depan, kita akan sosialisasikan Perda tersebut terutama pada Pasal 128 kepada para pengusaha mini market dan supermarket di Tangsel. Nanti bertepatan dengan Permendag pada 1 April, otomatis semua penjualan Miras dilarang,” jelas Muhammad.

Dia menegaskan, jika hingga 1 April masih ada supermarket dan minimarket yang menjual Miras maka Pemkot Tangsel melalui Disperindag akan membentuk tim untuk melakukan inspeksi mendadak. “Ranahnya sudah pada Satpol PP dan kepolisian,” tegasnya.(pramita/gatot/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.