Dua Kecamatan Dilirik Menjadi Agro Pertanian

SERANG,SNOL—Perusahaan swasta yaitu PT Agro Fruit Mandiri (AFM), incar lahan untuk investasi di Kecamatan Gunungsari dan Waringinkurung, Kabupaten Serang. Mereka berencana membangun kawasan agro pertanian seluas 300 hektar dengan komoditi utama, buah durian dan kelapa bangkok.

Hal itu terungkap dalam rapat pengembangan hortikultura, di Aula KH. Syamun Setda Kabupaten Serang, Kamis (2/4) lalu. Dalam pertemuan itu, pihak investor ditemui oleh Wabup Serang Tatu Hasanah.

Humas PT. AFM, Agus Taufik Sahudi mengatakan, pembentukan kawasan agro pertanian merupakan upaya ekspansi dari kawasan agropolitan, di Kecamatan Baros. Adapun alasan ekspansinya itu, karena komoditas buah naga di Baros sudah cukup sukses.

“Budidaya buah naga di Baros sudah berjalan selama delapan tahun, dengan luas lahan sekitar 60 hektare. Usaha itu sudah menyerap sebanyak 200 tenaga kerja lokal. Atas keberhasilan itu, kami ingin mengembangkannya ke daerah lain di Kabupaten Serang ini,” kata Agus.

Dikatakannya, lahan yang dilirik untuk ekspansi tersebut adalah, di Kecamatan Gunungsari dan Waringinkurung, dengan total kebutuhan lahan seluas 200 hingga 300 hektar. Sedangkan, komoditas jenis buah yang akan dikembangkan adalah durian dan kelapa bangkok.

“Kami sudah tes labolatorium, dan memang dua komoditas itu cocok disana. Komoditas itu adalah durian, dan kelapa bangkok asal Malaysia. Keunggulan varietas ini, adalah pohonnya tidak terlalu tinggi paling hanya dua meter, sehingga saat panen mudah untuk mengambilnya dan buahnya pun sangat tebal,” tambahnya.

Namun demikian, untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pihaknya akan memberlakukan sistem sewa lahan kepada masyarakat, dalam waktu mencapai 30 tahun. Selain sewa, nantinya lahan tersebut akan dibuatkan sertifikat dengan nama pemilik aslinya.

“Kita sewa dan membuatkan sertifikat, dengan nama pemilik aslinya. Kami jamin, itu tidak akan dijadikan agunan ke Bank. Selain itu, pengelola pertanian nantinya pertama kali akan kami tawarkan ke pemilik tanah, untuk menyerap tenaga kerja lokal. Kami masih menunggu respon dari Pemkab Serang, terlebih dahulu,” ujarnya lagi.

Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyatakan, sangat menyambut baik rencana tersebut. Karena, pembentukan kawasan agro pertanian dapat menyerap tenaga kerja lokal cukup banyak. Selain itu, metode sewa lahan juga cukup bagus.

“Dengan 60 hektar lahan buah naga di Baros saja, sudah bisa menyerap 200 tenaga kerja lokal. Apalagi ini yang 300 hektare, pastinya akan lebih banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Metode pemenuhan kebutuhan lahan juga berbeda, sifatnya tidak pembebasan lahan. Namun, dengan sistem sewa yang cukup baik,” imbuhnya. (mg23/mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.