Dua Pendemo Diseret Polisi

SERANG,SNOL— Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjukrasa mengkritisi kebijakan Presiden Joko Widodo, di depan kampus IAIN SMH Banten, Kota Serang, Kamis (2/4) sore.

Di tempat berbeda, aksi serupa dilakukan Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di perempatan Ciceri Kota Serang. Dalam aksi itu, sempat terjadi kericuhan antara pengunjukrasa dengan aparat kepolisian.

Dalam unjuk rasa kali ini, mahasiswa menilai Jokowi telah  melanggar UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 yang menyebut bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Dengan kembali menaikkan harga BBM, pemerintah Jokowi telah mempraktikkan ekonomi liberal, dan hal tersebut jelas melanggar UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3,” kata Refki, koordinator aksi.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Presiden untuk segera menurunkan harga BBM dan membatalkan bagi-bagi kursi jabatan. Unjuk rasa serupa juga  dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa (FAM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di perempatan Ciceri Kota Serang.

“Mendadaknya kenaikan harga BBM serta tidak adanya sosialisasi dan publikasi secara masif kepada masyarakat telah menyengsarakan rakyat,” ujar koordinator aksi, Afif.

Mereka menilai, kenaikan BBM membuat sejumlah kebutuhan pokok melambung tinggi sehingga membuat masyarakat kesulitan. Dimana yang seharusnya janji presiden saat kampanye untuk menyejahterakan masyarakat direalisasikan.

”Kita menuntut Presiden Jokowi yang sudah menyengsarakan warga Indonesia untuk menurunkan harga BBM. Dengan menaikkan harga BBM, kebutuhan pokok ikut naik, harga gas naik, listrik naik, semua naik. Jokowi juga harus bisa memberantas mafia Migas yang sering melakukan permainan,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, aksi tersebut membuat sejumlah jalur lalu lintas macet total. Bahkan petugas kepolisian sempat kerepotan berjaga serta mengatur lalu lintas di depan kampus.

Tak berselang lama, aksi damai berubah ricuh,  saat mahasiswa membakar ban dan berusaha memblokade jalan sehingga menyebabkan kemacetan panjang. Petugas yang berjaga langsung membubarkan massa. Aksi kejar-kejaran pun tak dapat dihindari. Petugas kepolisian mengamankan dua orang massa aksi yang dianggap sebagai provokator dan langsung dibawa ke posko petugas kepolisian.

Dua mahasiswa yang diamankan yakni, Yudha dan Iqbal. Mereka ditahan selama 1 x 24 jam di Mapolres Serang, setelah di BAP. Jumat (3/4) sekitar pukul 10.00 Wib mereka berdua dibebaskan.

“Kita nginep di Polres setelah di BAP, kalo kita kabur baru kita ditahan,” ungkap Iqbal ditemui usai dibebaskan. (metty/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.