Anggota Dewan Merasa “Dicuekin” Manajemen RSUD

PANDEGLANG,SNOL–Manajemen RSUD Berkah Pandeglang, dituding “lecehkan” anggota DPRD. Pihaknya dianggap kurang respek dan kurang peka dalam menanggapi keluhan masyarakat yang berupaya meminta penjelasan terkait sejumlah persoalan yang muncul.

Hal itu berawal, ketika dua anggota DPRD yaitu M Habibi (dari Fraksi Partai Golkar) dan Hadi Mawardi (dari Fraksi Partai Gerindra) mendatangi RSUD Berkah beberapa hari lalu. Kedatangannya kesana, selain ingin bersilaturahmi juga mendampingi keluarga pasien BPJS yang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit itu.

M Habibi yang juga ketua Komisi I DPRD menyatakan, sebelumnya ia pernah datang untuk menemui manajemen RSUD. Saat itu ia ditemui oleh staf manajemen, bukan direktur atau sekretaris direktur. Dalam kesempatannya itu, ia merasa disepelekan karena harus berbelit-belit dan seakan tidak dipercaya jika dirinya adalah anggota dewan.

“Padahal saya datang kesana (RSUD Berkah,red) menggunakan pakaian resmi dan PIN dewan. Saya datang baik-baik dan mencoba mengikuti prosedur RSUD, namun perlakuan yang saya dapatkan malah kurang enak. Sampai saya diminta KTA anggota dewan segala,” kata Habibi, Minggu (3/5).

          Singkat cerita, tambah Habibi, saat itu ia tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan dari pihak manajemen RSUD. Kemudian, ia datang kembali ke RSUD dengan salah seorang rekannya Hadi Mawardi, dan salah seorang keluarga pasien. “Kedatangan kami saat itu masih sama, yaitu ingin mendapatkan penjelasan terkait prosedur dan hak-hak pasien BPJS,” tambahnya, seraya mengaku, sebelumnya ia sudah mengatur janji dengan sekretaris Direktur RSUD. Nmun, perlakuan pihak manajemen RSUD lagi-lagi dianggap mengecewakan. Kedua anggota dewan harus dibulak-balik untuk menemui seseorang, walau sudah sempat bertemu langsung dengan Direktur RSUD dr Asmani. Saa itu, dr Asmani mengarahkan kedua anggota dewan untuk menemui stafnya dan petugas BPJS.

“Kami harus menunggu sekitar 1 jam, hanya untuk bertemu dengan Dirut RSUD. Sudah ketemu, kami malah diarahkan bertemu dengan stafnya. Pas stafnya kami temui, dia malah meninggalkan dan meminta kami menunggu di ruangannya sekitar beberapa menit,” ujarnya.

Anggota dewan lainnya Hadi Mawardi menambahkan, disela-sela menunggu itu dia diberikan data rekam medis oleh seorang staf RSUD. Sejak saat itu pula, Hadi malah semakin bingung dan tidak habis pikir. “Maksudnya apa, kenapa kami dikasih rekam medis. Itu tidak penting bagi kami, kedatangan kami waktu itu hanya ingin meminta klarifikasi dan penjelasan soal BPJS,” tandasnya.

Terlanjur kesal, akhirnya kedua anggota dewan dan perwakilan keluarga pasien meninggalkan rumah sakit itu.  “Kesimpulan kami, manajemen RSUD belum bisa menghargai dan seakan tidak siap menerima komplain dari masyarakat. Kami (anggota dewan) saja yang datang, malah dilempar-lempar. Apalagi masyarakat biasa yang datang, mungkin akan dibiarkan,” ucapnya, seraya menyatakan, butuh perbaikan system manajemen pelayanan RSUD setempat.

          Sayangnya, Dirut RSUD Berkah Pandeglang dr. Asmani belum bisa dimintai keterangannya terkait pesoalan itu. Begitu juga Kabid Pelayanan Medis RSUD setempat dr. Wirdani, saat hendak dikonfirmasi juga dirinya tidak ada di ruangan. (mardiana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.