Cari Berkah, Dua Santri Tenggelam

TIGARAKSA,SNOL—Berniat mencari berkah di kolam keramat Syekh Mubarok di Kampung Kelapa Dua, RT 07/04 Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, dua santri asal Kabupaten Serang justru kehilangan nyawanya, Senin (4/5) pagi. Kiki (16) dan M. Hampani (19) tenggelam di dalam kolam sedalam dua meter karena diduga tak sanggup berenang.

Peristiwa ini bermula ketika lima santri asal Kabupaten Serang hendak ke makam Syekh Mubarok. Mereka berangkat dari Kota Serang menuju Tigaraksa dengan terlebih dulu turun di Cikupa.

Sekira pukul 02.00 pagi, mereka berangkat ke makam Syekh Mubarok di Tigaraksa. Setelah itu, kedua korban yakni Kiki dan M. Hampani bergeser ke kolam keramat yang terletak 500 meter dari makam. Ketiga temannya tidak ikut ke kolam keramat.

Sesampainya di lokasi sekira pukul 04.00, Kiki melakukan ritual mandi seperti yang sering dilakukan para pengunjung sebelumnya. Sebelum mandi, Kiki diketahui sedang menjalankan puasa. Siapa sangka? Remaja berusia 16 tahun itu tidak bisa berenang. Warga Desa Majasari Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang mulai tenggelam. Kawannya yang berada di pinggir kolam yakni M. Hampani berusaha menolong Kiki. Sayangnya, Hampani tidak cukup kuat untuk menyelamatkan kawannya. Ternyata di saat yang sama, Hampani yang juga berasal dari Desa Majasari Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang juga berpuasa sehingga kondisi tubuhnya lemah. Keduanya pun tenggelam di kolam yang berdiameter 8 meter tersebut.

Di pagi harinya, ketiga kawan korban berusaha mencari mereka. Ketiganya mengaku dua kawannya pamit untuk mandi di kolam keramat. Warga sekitar kolam renang pun mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian. Di pinggir kolam, terlihat ada dua sandal jepit yang digunakan kedua korban.

Sekira pukul 08.00 wib, jasad keduanya berhasil ditemukan. M. Hampani ditemukan lebih dulu karena jasadnya mulai mengambang. Sementara Kiki berada di dasar kolam.

“Berdasar informasi yang kami peroleh, kedua korban mandi di kolam keramat sementara tiga lainnya tidak ikut mandi. Ketiga yang hidup selanjutnya melakukan pencarian dibantu warga skeitar. Kabarnya sih, kedua santri itu sedang puasa saat mandi di kolam keramat sehingga kemungkinan fisik mereka lemah,”ujar Mas Yoyon, Camat Tigaraksa di lokasi kejadian, Senin (4/5).

Kapolsek Tigaraksa, Kompol Bakhtiar menyatakan kedua korban tidak diautopsi. Berdasar penyelidikan sementara, keduanya tewas akibat tenggelam.

“Jasad mereka langsung dibawa keluarga untuk dimakamkan. Kami tidak lakukan autopsi. Keluarga korban tidak memberikan izin kepada kepolisian untuk melakukan autopsi. Untuk sementara, kolam keramat tersebut ditutup sementara demi menghindari adanya korban lanjutan,”pungkas Bakhtiar. (mg27/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.