Mantan Kepala DPPKD Kota Cilegon Diperiksa

SERANG,SNOL– Mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Kota Cilegon, Septo Kalnaldi, diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin (4/5) pagi sekitar pukul 08.35 Wib. Pemeriksaan ini terkait dengan perkara kasus korupsi pembangunan dermaga Kubangsari Kota Cilegon tahun 2010 senilai Rp 49,1 miliar, yang melibatkan mantan Walikota Cilegon Tb. Aat Syafa’at.

Pantauan wartawan Satelit News, Septo Kalnaldi diperiksa di ruang Kasi Eksekusi dan Eksamasi Kejati Banten, Fajar Hermanto, secara tertutup. Setelah sekitar tiga jam menjalani pemeriksaan sekitar pukul 11.30 Wib, staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keungan tersebut keluar dengan didampingi Firman, salah seorang PNS dilingkungan Pemkot Cilegon.

Saat dikonfirmasi mengenai pemeriksan kasus korupsi Kubangsari, Septo Kalnaldi tidak mau berkomentar. Septo pun meminta kepada awak media, agar menanyakan langsung ke penyidik. “Nggak ada komentar, tanyakan saja ke penyidik,” kata Septo, seraya meninggalkan wartawan yang sudah lama menunggu, Senin (4/5).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Banten, Yopi Rulianda menjelaskan, pemeriksaan Septo ini terkait penyelidikan perkara Tipikor Kubangsari yang sedang ditanganinya.Inikan perkara limpahan dari KPK ke kita (Kejati Banten,red). Penyelidikan ini masih seputar meminta keterangan sejumlah pihak, bukan keterangan saksi. Ada beberapa yang sudah kita mintai keterangan,” ujar Yopi.

Selain memeriksa Septo Kalnadi, penyidik juga memeriksa Sekda Kota Cilegon, Abdul Hakim Lubis. “Iya, tadi Sekda kita periksa hari ini tapi saya tidak tahu kapan jam pemeriksaanya,” jelasnya.

Sekitar pukul 11.30 Wib, di ruang pemeriksaan Kasi Eksekusi dan Eksamasi, Fajar Hermanto, sudah tampak kosong. “Silakan lihat, sudah tidak ada lagi yang kita periksa,” ungkap Fajar.

Diketahui, beberapa hari lalu Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) melimpahkan perkara korupsi dermaga Kubangsari di Kecamatan Ciwandan Kota Cilegon tahun 2010 senilai Rp49,1 miliar ke Kejati Banten. Perkara tersebut menjerat mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at yang divonis 3 tahun enam bulan penjara, oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor PN Serang pada Maret 2013 lalu. Atas perkara tersebut, Aat juga wajib membayar denda Rp 400 juta subsider 3 bulan penjara, dan uang pengganti Rp 7,5 Miliar. (mg30/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.