Program Lebak Cerdas Dituding Gagal

LEBAK,SNOL– Program Lebak Cerdas yang digagas Pemkab lebak dianggap gagal. Protes kegagalan itu dilontarkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (KUMALA) perwakilan Rangkasbitung, saat berunjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di depan gedung DPRD dan Kantor Bupati Lebak.

Dalam aksinya, mereka menyuarakan kegagalan visi dan misi yang digalakan oleh Bupati Iti Octavia Jayabaya, yaitu program Lebak cerdas yang dituding gagal. Mereka menganggap program itu belum memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan dunia pendidikan di wilayah itu.

Pantauan Satelit News, para mahasiswa melakukan longmarch sekitar 500 meter menuju gedung DPRD, sambil berorasi dan membentangkan spaduk bertuliskan “Pendidikan Hak Semua Anak Bangsa” serta membawa poster yang bertuliskan “Lebak cerdas harus jelas, pendidikan bukan ajang bisnis, pemerataan pendidikan, tingkatkan kualitas tenaga pendidik, tingkatkan sarana pendidikan,”.

Sekitar dua jam berorasi dan sempat dorong-dorongan dengan pihak kepolisian, di depan gedung DPRD mereka meminta anggota dewan menemui pengunjuk rasa. Sayangnya, tidak satupun anggota dewan yang menemuinya.

Para pengunjuk rasapun akhirnya meraksek ke gedung kantor Bupati, menyampaikan aspirasi yang mereka bawa dan meminta Bupati menemui mereka. Lagi-lagi, Bupati pun tidak menemui para pengunjuk rasa. Akhirnya, pendemo membubarkan diri dengan tertib.

Korlap aksi, Dede Sutardi menyatakan, UUD 1945 mengamanatkan bahwa pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya, sudah menjadi kewajiban dasar pemerintah pusat dan daerah, untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat karena suatu daerah akan maju bila sumber daya manusia (SDM)nya berkualitas.

“Yang kami ketahui, Pemkab Lebak tahun 2015 mengalokasikan dana sebanyak 47 persen dari total APBD atau sebesar Rp 9,87 miliar untuk sektor Pendidikan. Tapi kenapa realitanya Lebak masih tertinggal dalam pendidikan?” teriak Dede, Senin (4/5).

Dede menuturkan, mulai dari segi fasilitas fisik maupun non fisik, banyak tenaga pengajar yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Tidak meratanya pembangunan pendidikan juga menjadi penyebab tertinggalnya pendidikan di Kabupaten Lebak.

Tidak aneh jika melihat anak-anak penerus generasi bangsa belajar di tempat yang jauh dari kata layak. “Mana Visi dan Misi Bupati tentang Lebak cerdas? Lebak cerdas harus jelas. Kami menilai, Lebak cerdas yang menjadi jargon Bupati hanya cessing saja. Realitanya, tidak jelas dan gagal,” tambahnya.

Senada dikatakan Koordinator KUMALA, Lukmanul Hakim. Menurutnya, pembangunan pendidikan hanya dipusatkan diperkotaan saja, tidak sampai menyetuh ke pelosok Desa.

“Ini bukti, jika Pemkab mengabaikan dunia pendidikan dan tidak melakukan pemerataan pembangunan. Akibatnya, usia Rata-rata Lama Sekolah (RLS) di Lebak hanya 6,7 persen, atau paling rendah di Provinsi Banten.” Ungkapnya.

Pihaknya juga menuntut, Bupati agar melakukan pemerataan pembagunan pendidikan. Meningkatkan kualitas tenaga pendidik, dan sarana prasarana pendidikan, serta Lebak cerdas harus jelas. (mg29/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.