Semangat Ikut UN Meski di Penjara

 LEBAK,SNOL– Ujian Nasional (UN) bagi siswa SMP dan sederajat, dilaksanakan serentak. Tak terkecuali dua siswa SMP di Kabupaten Lebak, berinisial Ei (15) dan Si (15) yang berasal dari SMPN 1 Sobang dan SMP IT Mathlaul Anwar Malingping. Keduanya harus mengikuti UN mata pelajaran Bahasa Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A, Rangkasbitung.

Kedua siswa tersebut sedang menghadapi proses hukum. Ei (15) merupakan tersangka dugaan kasus Narkoba, sedangkan Si (15) merupakan tersangka kasus dugaan pelecehan seksual. Keduanya merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung.

Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayanan Lapas Rangkasbitung, Alim Suyanto mengatakan, UN bagi kedua siswa SMP yang berada di LP, merupakan hak yang telah diatur dalam Undang-undang. Setiap anak wajib mendapatkan hak pendidikan dimanapun dirinya tinggal. Maka dari itu, pihak LP memfasilitasi pendidikan para narapidana yang masih sekolah.

“Meski ada di tahanan, kedua anak itu berhak mengikuti UN. Kami juga memfasilitasi untuk belajarnya, karena LP memiliki perpustakaan yang isinya lengkap tentang pelajaran yang akan menjadi soal UN,” kata Alim, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (4/5).

Pengawas UN di LP Rangkasbitung, Acep Mulyana mengatakan, pihaknya tidak membeda-bedakan kedua siswa itu dengan siswa yang mengikuti UN di sekolah. “Kami datang dengan membawa soal UN, sekaligus melakukan pengawasan kepada dua siswa SMP yang ada di LP ini. Kita berikan hak mereka selaku siswa SMP, untuk mengikuti UN dan tidak dibeda-bedakan dengan yang mengikuiti UN di sekolah (diluar LP,red),” ujarnya.

 

UN di Rutan dan LP Serang

 Sementara, di Serang, saat UN SMP juga tampak beberapa siswa yang menetap di LP dan rumah tahanan (Rutan) Serang. Sedikitnya, delapan orang  tahanan anak mengikuti ujian dan mendapat pengawasan langsung dari tim pengawas Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Serang.

Kepala LP Serang, Eti Heriawati mengatakan, mereka merupakan narapidana anak yang masih menjalani masa hukuman penjara. Meski menjadi anak binaan, anak-anak tersebut memiliki hak mendapatkan pendidikan dan dijamin negara. “Peserta UN di Lapas berasal dari anak-anak yang tersangkut masalah, seperti kasus narkotika dan UU perlindungan anak,” ungkap Eti Heriawati.

Hari pertama ujian, ada dua mata pelajaran yang dikerjakan, yakni Kewarganegaraan dan Bahasa Indonesia. “Ujian  digelar dalam satu ruangan, dimulai pukul 13.00 – 16.00 Wib. UN di Lapas akan berlangsung hingga tiga hari kedepan,” tambahnya.

Sementara, UN SMP juga berlangsung di Rutan Serang. Sedikitnya 14 Narapidana anak mengikuti UU Paket B setara SMP. Kepala Rumah Tahanan Kelas II-B, Prihartati menyatakan, ke 14 orang itu statusnya sebagai warga binaan atau narapidana di Rutan kelas II-B.

“Dari 14 warga binaan, 2 orang di antaranya adalah pemakai Narkoba, dan sisanya dalam kasus pencurian,” ucap Prihartini.

Untuk diketahui,  jumlah peserta UN SMP seProvinsi Banten sebanyak 140.993 siswa, MTs 57.849 siswa, SMP LB 63 siswa, dan paket B sebanyak 5.054 siswa. Sedangkan, jumlah SMP sebanyak 1.307 lembaga, MTs 921 lembaga, SMP LB 25 lembaga, paket B 291 PKBM. Total yang mengikuti UN SMP sederajat sebanyak 203.959 siswa, dengan 2.544 lembaga pendidikan. (mg29/metty/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.