Tentukan Merek, Proyek Jaringan Pipa Disoal

TANGERANG, SNOL—Lelang proyek pembangunan jaringan perpipaan distribusi air minum dari Mekarsari ke Kedaung dan jaringan perpipaan retikulasi air minum Kelurahan Kedaung Wetan disoal peserta lelang. Mereka mempertanyakan penyebutan suatu produk tertentu dengan merek pipa Maspion di dalam dokumen tender.

Salah seorang peserta lelang, Andi M Badrullah Ali mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 54/ 2010, pasal 24 ayat 3.d, disebutkan bahwa dalam melakukan pemaketan barang atau jasa, pengguna anggaran (PA) dilarang menentukan kriteria, persyaratan atau prosedur pengadaan yang diskriminatif dan atau dengan pertimbangan yang tidak objektif. Tetapi kenyataannya di dalam dokumen lelang panitia telah menyebutkan suatu produk tertentu yaitu merek pipa Maspion.

“Kita pertanyakan itu. Apa maksudnya disebutkan merek, padahal sudah jelas dalam peraturannya tidak dibenarkan,” kata Andi, Direktur Utama PT Nur Ihsan Minasamulia, kepada wartawan, kemarin. Selain mempersoalkan penyebutan merek tertentu pada dokumen tender, Andi juga mempersoalkan Sertifikasi Badan Usaha (SBU) salah satu peserta lelang yang menjadi pemenang di proyek jaringan perpipaan retikulasi air minum Kelurahan Kedaung Wetan.

“Kita menduga SBU perusahaan tersebut ganda,” ucap Andi. Diketahui, kedua proyek yang berada di Organisasi Perangkat Daerah DBMSDA itu   waktu masa sanggah dimulai sejak 28 April sampai 4 Mei 2015. Setelah itu surat penunjukan penyedia barang/jasa pada tanggal 5 Mei dan penandatanganan kontrak pada tanggal 6 Mei. Proyek pembangunan jaringan perpipaan retikulasi air minum Kelurahan Kedaung Wetan diikuti 42 peserta dengan nilai pagu Rp 5,346.758.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 5.346.707.000. Sementara proyek pembangunan jaringan perpipaan distribusi air minum dari Mekarsari ke Kedaung diikuti 46 peserta dengan nilai pagu Rp 7.643.357.000 dan HPS Rp 7.643.339.000. (uis/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.