Terjebak Macet, Maling Motor Dihajar Warga

TANGERANG,SNOL—Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Warga Kampung Talaga Kocak Desa Talaga Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang menghajar seorang pencuri motor hingga sekarat, Senin (4/5) malam sekira pukul 20.00 wib.

Peristiwa itu terjadi ketika Dedi (27), warga Talaga Kocak pulang dari pasar dan berhenti di pinggir jalan desa tersebut. Dia memarkirkan sepeda motornya berjenis Satria FO berwarna dan menemui kawannya di sebuah toko. Saat asyik berbincang, tiba-tiba Dedi melihat seorang pemuda menaiki sepeda motornya dengan kondisi mesin sudah menyala. Karena kaget, Dedi spontan berteriak.

“Maling. Maling,”kata Dedi. Mendengar teriakan Dedi, warga sekitar langsung bereaksi. Mereka ramai-ramai mengejar pelaku yang mengarah ke kawasan industri serta menuju keluar dari Desa Talaga. Malangnya, saat itu, jalanan sedang macet. Pelaku pun tak bisa melarikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Akibat panik, dia justru terjatuh setelah menabrak truk yang kebetulan melintas di jalanan tersebut.

Setelah terjatuh dari sepeda motor, pelaku tak berkutik karena warga Desa Talaga sudah mengepungnya. Dia hanya sempat memohon ampun kepada warga yang sudah terlanjur beringas.

“Ampun pak. Ampun,”kata pelaku. Tapi, permohonan ampun pelaku tak digubris. Puluhan warga Kampung Talaga Kocak yang marah menghajar pelaku secara bergantian hingga babak belur. Warga baru berhenti karena mengira pencuri sepeda motor itu sudah tewas. Polisi kemudian datang membawa mobil pick up untuk membawa pelaku ke kantor Polsek Cikupa.

Ketua RT 04/03 Desa Talaga, Sueb mengungkapkan tidak bisa membendung amarah warga yang marah. Menurut Sueb, warga kesal karena pencurian sepeda motor sering kali terjadi di daerah tersebut. Dia sengaja menghubungi polisi karena tiak tega melihat pencuri motor bersimbah darah.

“Warga memakai apa saja yang ada di dekat lokasi untuk menghajar pelaku. Saya coba membendung amarah warga tapi tidak berhasil,”ujar Sueb.

Kepala Unit Reskrim Polsek Cikupa, Iptu Sumiran mengungkapkan saat dibawa ke kantor Polsek, pelaku masih dalam keadaan hidup. Namun pemuda yang belum diketahui identitasnya karena tidak membawa Kartu Tanda Penduduk itu dalam kondisi sekarat.

“Kami membawa pelaku ke Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang. Kondisinya sudah kritis. Kami mencoba menyelamatkan pelaku dulu. Sampai saat ini supaya bisa dimintai keterangan selanjutnya,”ujar Sumiran. (mg26/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.