Rp 4,20 Triliun untuk Izin Jalur Kereta Banten Selatan

SERANG,SNOL– Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sedang memproses perizinan reaktivitas atau pengaktifan kembali jalur rel kereta api Rangkasbitung-Labuan sepanjang 56,48 kilometer. Proses perizinan tersebut diketahui, setelah Komisi IV DPRD Provinsi Banten berkunjung ke PT Kereta Api Indonesia (KAI) Pusat di Bandung – Jawa Barat.

Anggota Komisi IV DPRD Banten, Suparman mengatakan, berdasarkan paparan dari perwakilan PT KAI Pusat yaitu Yosep Ibrahim, pengaktifan jalur kereta api juga akan dilakukan pada jalur kereta api Saketi-Bayah sepanjang 89,35 kilometer, dan Cilegon-Anyer Kidul sepanjang 10,50 kilometer.

“Rencana reaktivitas jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan, Saketi-Bayah itu akan dijadikan sebagai jalur angkutan Semen Merah Putih PT Global Banten Development sebanyak 1,2 – 3 ton/tahun, karena sudah masuk rencana strategis perkeretaapian tahun 2015-2019. Kementerian Perhubungan sedang memproses perizinannya,” kata Suparman, Jumat (5/6).

Kemenhub juga sedang memproses izin pembangunan Stasiun dan Fasilitas CY (Container Yard) di wilayah Provinsi Banten untuk PT BCS Logistics, dengan rencana angkutan barang kereta api tujuan Peti Kemas sebanyak 160 ton/hari, relasi Krenceng-Merak. “Mudah-mudahan saja proses perizinannya cepat selesai, sehingga pengaktifan jalur kereta api dan pembangunan stasiunnya bisa segera direalisasikan,” harapnya.

Ditambahkannya, Pemprov Banten harus segera melakukan persiapan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat, karena tidak sedikit jalur kereta api yang sudah ditempati rumah penduduk, seperti di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

“Merelokasi rumah penduduk yang kini menempati lahan disekitar jalur kereta api ke lokasi lain, bukan perkara mudah. Kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten, untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya. Terutama, melakukan sosialisasi kepada masyarakat kalau jalur kereta api itu akan segera diaktifkan kembali,” pintanya.

Dibagian lain, Kepala Bidang Penataan Ruang dan Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Ahmad Rohili mengatakan, Pemprov Banten siap menyokong pelaksanaan pengaktifan kembali sejumlah jalur kereta api di Provinsi, yang menelan investasi hingga Rp 4 Triliun itu.

Pihaknya siap mendukung program pengaktifan jalur kereta api (KA) potensial di Banten, dari segi penertiban lahan. “Tinggal disosialisasikan, bahwa ini lahan negara dan harus dikembalikan ke negara,” pungkasnya.

Ia mengatakan, proyek pengaktifan kembali jalur KA tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Dijelaskannya, total investasi yang dibutuhkan untuk reaktivasi jalur KA di Banten Selatan (Bansel) mencapai Rp 4,20 Triliun. Ditjen Perkeretaapian menjadi pelaksana dengan pendanaan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Untuk diketahui, jalur kereta api diwilayah Provinsi Banten yang kini beroperasi yaitu, Merak-Parungpanjang-Tanah Abang, Tangerang-Duri, Krenceng-Cigading. Sedangkan, jalur kereta api yang tidak beroperasi atau jalur mati yaitu, Rangkasbitung-Pandeglang-Saketi-Labuan dengan jarak 57 kilometer dibangun tahun 1906 dan ditutup tahun 1984.

Untuk Saketi-Bayah dengan jarak 89 kilometer dibangun tahun 1943, dan ditutup tahun 1950, Cigading-Anyer Kidul dengan jarak 12 kilometer dibangun tahun 1900, dan ditutup tahun 1981. (metty/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.