TKI Ilegal Rawan Masalah

PANDEGLANG,SNOL– Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke luar negeri, masih menjadi pilihan bagi sebagian warga. Khususnya, mereka yang berpenghasilan atau tergolong ekonomi lemah. Bahkan, apapun caranya untuk menjadi TKI ditempuh walaupun harus melalui jalur ilegal.

Padahal, menjadi TKI ilegal sangat rawan masalah. Baik secara administrasi, maupun fakta di lapangan. Ironisnya, penomena itu seakan lepas dari pantauan serta jaminan pemerintah. Tidak seperti mereka yang menjadi TKI melalui jalur resmi atau berdasarkan rekomendasi pihak terkait dilingkup Pemda.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Pandeglang, Ayu mengatakan, TKI yang tidak terdaftar atau tidak melalui mekanisme dari dinas, rawan bermasalah. Sebab, bagi yang berangkat ke luar negeri tanpa adanya pelatihan dan pembinaan terlebih dahulu, tidak bisa mendapatkan pertanggungjawaban secara hukum.

“Yang legal tidak mungkin bermasalah, karena sebelum berangkat para TKI dan TKW dibekali keahlian terlebih dahulu. Negara juga sudah menjalin kerjasama dengan negara lain, jadi keselamatannya dilindungi,” kata Ayu, Jumat (5/6).

Warga Pandeglang yang menjadi TKI/TKW ke luar Negeri sudah banyak. Menurut data yang ada, hampir seribu orang yang sudah bekerja di luar negeri manjadi TKI, dan semuanya tidak ada yang bermasalah. Keberangkatan mereka sudah memenuhi syarat dan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.

Selain dibekali keterampilan bahasa, mereka juga dibekali keterampilan sesuai dengan profesi. Tahun 2014 lalu ada sekitar 518 orang TKI/TKW. “Tahun ini (2015-red), baru mencapai 102 orang, dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah kembali jumlahnya. InsyaAllah, TKI yang dikirim melalui mekanisme ketenagakerjaan, semuanya tidak ada yang bermasalah,” imbuhnya.

Kepala Dinsosnaker Pandeglang, Undang Suhendar mengatakan, pihaknya selalu intens berkoordinasi dengan lembaga yang menaungi ketenagakerjaan. Selain soal peluang kerja ke luar negeri, juga terkait keselamatan dan keamanan para tenaga kerja disana.

“Bagi TKI/TKW yang berangkat melalui jalur resmi, akan ketahuan kemana mereka ditempatkan. Kami juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap oknum yang menawarkan jasa pekerjaan untuk menjadi TKI/TKW. Kroscek dulu kebenaran, dan resmi atau tidak,” imbuhnya. (mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.