Tukang Sapu Diundang Presiden ke Istana

TANGERANG,SNOL—Persoalan sampah kadang membuat jengkel karena bau yang tidak sedap. Namun tak disangka, gara-gara sampah bisa membawa petugas kebersihan dan penggiat pengelola sampah di Kota Tangerang bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Kerja keras pahlawan Adipura yang membersihkan dan mengelola sampah setiap hari dalam menjadikan Kota Tangerang bersih, mendapatkan perhatian Presiden Joko Widodo yang mengundangnya secara langsung ke Istana Bogor terkait peringatan Hari Lingkungan Hidup.

            Perwakilan yang hadir dari unsur Pemkot Tangerang yakni lima petugas dari Dinas Kebersihan, dua petugas dari Bina Marga Sumber Daya Air, dua petugas drainase. Sedangkan untuk penggiat pengelolaan sampah diwakili Romi Abidin dari Komunitas Hompipah, Fahrul Roji dari PMK, Tukidi dari Gawe Rukun, Asmiyati dan Cipto dari Forum Kompos.

            Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Tangerang, Ivan Yudianto mengatakan, kedatangan petugas dan penggiat kebersihan bertemu dengan Presiden memberikan motivasi tersendiri. “Dengan begitu, para petugas dan penggiat kebersihan akan terus melakukan inovasi dan upaya dalam menjadikan Kota Tangerang lebih bersih,” ujarnya.

            Ivan menambahkan, dalam peringatan hari Lingkungan Hidup sedunia, Kota Tangerang meraih penghargaan sekolah adiwiyata mandiri yang diraih oleh SPMN 13 sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar. Perlu diketahui, Penghargaan Adiwiyata Mandiri merupakan penghargaan tertinggi dalam program sekolah adiwiyata.

            Penghargaan kedua yakni penyusunan laporan SLHD 2014 terbaik harapan. Laporan SLHD memuat data dan informasi pengelolaan lingkungan hidup yang disusun setiap tahun. “Sedangkan untuk penghargaan Adipura Kencana yang sebelumnya telah dua kali diraih Kota Tangerang secara beruntun akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus di istana negara, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” jelasnya.

            Fahrulroji, dari Paguyuban Masyarakat Kenanga (PMK) mengatakan, berkumpulnya penggiat kebersihan dalam momentum hari lingkungan hidup memberikan manfaat karena bisa berbagi pengalaman. Hal senada juga dikatakan Wulan, petugas kebersihan Kota Tangerang yang merasa diperhatikan oleh Presiden dengan diundang secara langsung. “Ternyata pekerjaan saya sebagai petugas kebersihan mendapat perhatian, dengan begini kami selaku petugas kebersihan merasa terhormat,” paparnya.

            Menurutnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Juni dengan tujuan untuk menegaskan komitmen dan aksi perlindungan lingkungan hidup semua negara di dunia yang telah menjadi kesepakatan. Tema hari lingkungan hidup pada tahun 2015 telah ditetapkan oleh United Nations Of Environment Program (UNEP) yakni “Mimpi dan Aksi Bersama untuk Berkelanjutan Kehidupan di Bumi”. (uis/aditya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.