Hanya Tiga Rumah Potong Hewan Bersertifikat

TANGERANG, SNOL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melansir hanya tiga rumah potong hewan (RPH) sapi yang memiliki sertifikat lengkap. Meski di luar ketiga RPH tersebut tidak dipermasalahkan, namun mereka tidak diperbolehkan mengirim daging ke luar Kota Tangerang.

      Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Iis Aisyah Rodiah mengatakan, dari dua RPH yang memiliki izin sertifikat secara lengkap, dua diantaranya merupakan milik swasta yang terdapat di Karawaci dan Selapajang, Neglasari. Sementara satu rumah potong hewan milik Pemkot terletak di Bayur, Kecamatan Periuk.

      “Ada tiga yang izinnya lengkap, akan tetapi yang lainnya juga memiliki izin namun terganjal dengan tata ruang yang mengharuskan rumah potong hewan berada di wilayah yang telah ditentukan seperti di Bayur Periuk,”ujar Iis, kemarin di ruang kerjanya.

      Diungkapkannya, jumlah rumah potong hewan di Kota Tangerang sebetulnya ada banyak hingga yakni mencapai ratusan, namun dikarenakan berada di wilayah yang bukan peruntukannya, maka pihaknya tidak mengeluarkan izin kelengkapan yang dapat digunakan untuk menjual hasil potong keluar daerah lainnya.

      Dikatakannya, keseluruhan rumah potong tersebut secara rutin selalu dalam pengawasan dan monitoring pihaknya. Untuk itu, pihaknya menjamin kehalalan daging tersebut disebabkan telah diwajibkan untuk memiliki tukang potong yang telah bersertifikat dan harus beragama Islam.

      “Ada banyak semuanya telah kami periksa dengan bekerja sama dengan MUI, akan tetapi dikarenakan belum memiliki izin tempat rumah potong hewan, maka sesuai dengan tata ruang maka mereka tidak dapat menjual keluar daerah, hanya untuk stok di Kota Tangerang saja,”ujar Iis.

      Dikatakannya, bahwa untuk Ramadan dan menjelang Lebaran pihaknya memastikan stok daging yang aman pasalnya setiap harinya menurut catatannya terdapat sebanyak 240 ekor sapi setiap malamnya yang dipotong di seluruh rumah potong di Kota Tangerang. “Pada dasarnya stok daging aman seharusnya harga normal karena melimpah, mungkin ada faktor lain yang mempengaruhi apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan,”terang Iis. (mg28/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.