23 Terapis Wanita Diciduk Satpol PP

SERPONG,SNOL–Sebanyak 23 wanita yang bekerja sebagai terapis diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel dari beberapa tempat panti pijit. Penertiban dilakukan untuk menekan tindak asusila yang menjadi penyakit masyarakat ditempat-tempat pijit yang tersebar di seluruh kecamatan.Suti (25) warga Lebak Tangerang bekerja sebagai tenaga terapis tak bisa berkutik, saat 20 petugas Satpol PP mendatangi tempat kerja panti pijit di bilangan Buaran, Kecamatan Serpong . Wanita dengan rambut panjang ini tampak pasrah digelandang ke Kantor Satpol PP di Setu untuk didata oelh petugas.

Kepada petugas, Suti mengaku pekerjaan itu secara murni demi mencari nafkah untuk bantu keluarga,. “Saya bekerja untuk mencari uang bukan untuk hal lain, dan saya secara sadar tempat kerja saja ditempat pijit. Tapi jangan membayangkan yang tidak-tidak ini murni,” elaknya, saat terjaring Selasa (8/9) dini hari.

Dilain pihak, Kabid Ketertiban Protokoler dan Hiburan Satpol PP Oki Rudianto menyebutkan, razia ini dilakukan atas laporan masyarakat bahwa keberadaan tempat Massage kerap menjadi ajang prostitusi. Nyatanya saat digeledah petugas banyak diatara terapis menyimpan alat kontra sepsi ini jelas menjurus kearah prostitusi.

“Meski setelah kami geledah di tas mereka dan di tempat sampah banyak ditemukan alat kotrasepsi. Namun kita tida bisa menuding bahwa mereka melakukan prostitusi sebab kami tidak melihat secara langsung,” tambahnya.

Sementara diungkapkan Kepala Satpol PP Tangsel, Azhar Syam’un, operasi ini sudah rutin dilakukan, khususnya pada tempat-tempat yang disinyalir memiliki panti pijit yang banyak. Sehingga, bisa mempersempit pria hidung belang yang ingin mencari hiburan lain selain mijit di beberapa panti yang sudah berjamur ini.

“Razia ini sangat ampuh untuk mempersempit gerak gerik oknum pemilik panti pijit atau Spa and Massage dan masyarakat yang malah salah mempergunakan fasilitas untuk yang tidak-tidak,” katanya. Untuk razia yang dilakukan pada Selasa dini hari itu, petugas memfokuskan pada kawasan Bintaro, Pondok Pucung, dan Pondok Aren, atau ada sekitar lima titik panti pijit.

Meski sebagian tempat yang lain ada yang tutup, Azhar mengatakan tutupnya mereka bisa saja karena memang sedang libur beroperasi. Atau malah ada oknum yang sudah membocorkan operasi tersebut. “Setelah petugas turun ke lapangan, memang terlihat ada beberapa yang tutup kami pun tidak bisa menjustifikasi tutupnya mereka sudah mengendus adanya kegiatan razia, karena kami tidak bisa mencium siapa pemberi kabar itu,” tegasnya.

Demi menjaga kerahasiaan operasional, hanya petugas inti saja seperti bidang hiburan yang akan turun ke lapangan. Bahkan anggota dan petugas lainya tidak diberitahu sebelumnya. (pramita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.