Calon Kepala Daerah Diminta Tegakkan Etika

SERANG,SNOL—Masa kampanye Pilkada serentak sudah berlangsung. KPU Banten pun mengumpulkan seluruh pasangan calon kepala daerah dari empat kabupaten/kota di Provinsi Banten yang ikut gelaran pesta demokrasi pada 9 Desember mendatang.Ketua KPU Banten Agus Supriyatna mengatakan, selain mengundang seluruh calon, KPU juga mengundang seluruh penyelenggara Pilkada seperti KPU dan Panwaslu di empat kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada pada Desember mendatang.

“Rapat koordinasi ini salah satu bentuk upaya dari penyelenggara agar Pilkada tahun ini sukses,” kata Agus, Selasa (8/9).

Melalui rapat koordinasi ini, penyelenggara kembali menyampaikan aturan-aturan yang berlaku pada masa kampanye. “Untuk Pilkada tahun ini, pemerintah melalui KPU memfasilitasi calon dengan menanggung kebutuhan kampanye. Dengan harapan, pemilihan kali ini bisa terwujud Pilkada yang adil,” kata Agus.

Di tempat yang sama, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten Pramono U Tantowi mengatakan,  rapat koordinasi pelaksanaan tahapan kampanye ini untuk menunjukan bahwa penyelenggara Pilkada (KPU dan Bawaslu) sudah siap dan keduanya kompak. “Salah satu indikator kesuksesan Pilkada adalah sejauh mana persiapan penyelenggaranya. Kita ingin memperlihatkan relasi antara penyelenggara dan peserta pilkada serentak,” kata Pramono.

Pemerintah melalui KPU sudah memfasilitasi seadil mungkin sehingga Bawaslu berharap peserta Pilkada tidak mempermasalahkan hal-hal kecil.

Sementara, anggota Bawaslu RI Daniel Zuchron mengharapkan pasangan calon (paslon) yang mengikuti gelaran Pilkada serentak di Provinsi Banten agar menegakkan etika saat menjalani tahapan. “Setiap paslon diharapkan menegakkan etika saat melalui tahapan Pilkada. Jangan sampai rakyat dicederai oleh manipulasi suara dan kecurangan lainnya,” ungkap Daniel.

Daniel juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan Pemilu di Provinsi Banten masih lebih baik dari provinsi lain dengan parameter kerusuhan akibat sengketa selisih suara. “Kalau di tempat lain masih ada konflik,” tukasnya.

Daniel menyebutkan bahwa ada tahapan Pilkada yang baru dan belum pernah ada di Pemilu sebelumnya. “Seperti tahapan kampanye yang saat ini lebih diatur ketat atributnya. Dana kampanye juga dituntut transparan, ini butuh tegaknya etika,” tegasnya.

Sementara itu, Iman Aryadi, calon Wali Kota Cilegon menanggapi bahwa pembatasan atribut kampanye itu akan membuat jalannya Pilkada di Banten lebih baik. “Selama itu memang tidak bentrok antara paslon maka hal tersebut tidak masalah. Itu bisa jadi lebih baik,” tuturnya. (metty/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.