Promosi Wisata Anyer Masih Rendah

SERANG,SNOL– Pengembangan potensi wisata di Kecamatan Anyer Kabupaten Serang, dinilai masih belum maksimal. Hal itu terjadi karena minimnya keterlibatan para pengusaha dan masyarakat sekitar, dalam memporomosikan destinasi wisata di daerah itu.Seperti diketahui, Kecamatan Anyer merupakan salah satu dari 29 kecamatan yang memiliki potensi wisata dan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Ironisnya, pariwisata ini seolah berjalan sendiri tanpa ada campur tangan dari perusahaan dan masyarakat. “Anyer bukan wilayah industry, tapi pertumbuhan ekonominya cukup luar biasa,” kata Ketua Himpunan Pengusaha Anyer (HIPA), Hery Azhary, usai menggelar deklarasi dengan para pengusaha yang ada di Kecamatan Anyer, Selasa (8/9).

Guna memanfaatkan potensi alam yang ada, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang dan para pengusaha lokal perlu bermitra dalam mempromosikan destinasi wisata, khususnya di Anyer. “Selama ini, pengembangan potensi wisata belum maksimal. Kita ingin koordinasikan dengan PHRI, agar memanfaatkan potensi alam. Ketika ada pengunjung datang ke Anyer, tidak hanya tidur, main terus pulang tetapi bagaimana caranya kita mempromosikan lokasi wisata lain misalnya, air Curug sehingga menambah pendapatan asli daerah (PAD),” tambahnya.

Selain itu, dalam rencana tata ruang dua desa yakni, Desa Sambironyok dan Grogol sudah masuk dalam daerah kawasan industri. Di daerah tersebut akan segera berdiri industri besar. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat dan pengusaha lokal juga sangat penting. “Kami sebagai pengusaha ingin bermitra. Jangan sampai, sebagai pengusaha dari Anyer dan juga masyarakat lokal tidak dilibatkan, karena ketika proyek sudah berjalan sudah tentu akan ada gesekan. Kami tidak cuma pengusaha tapi kami bisa melakukan mediasi dengan masyarakat,” ujarnya.

Camat Anyer, Ishak meminta kepada para pengusaha yang tergabung dalam HIPA, ketika menemukan perusahaan yang bersebrangan dengan masyarakat agar difasilitasi. Jangan sampai meinumbulkan kerusuhan antara kedua belah pihak. “Ketika ada perusahaan bersengketa, misalnya pabrik. Kami minta HIPA, atau pengusaha Anyer ini menjadi penengah,” harapnya. (sidik/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.