TNI Bentuk Unit Pengelolaan Gabah

PANDEGLANG,SNOL–Para tengkulak padi makin gencar merapat ke petani. Mereka membeli gabah dengan harga murah. Setelah gabah digiling menjadi beras, kemudian dijual dengan harga tinggi. Untuk mempertahankan harga jual beras lokal dan menghindari dominasi para tengkulak serta membantu petani lokal, Kodim 0601 Pandeglang membentuk unit pengelolaan gabah beras, bekerjasama dengan Bulog Sub Drive Pandeglang-Lebak, dan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten.Dandim 0601 Pandeglang Letkol (Arh) Asep Suganjar mengatakan, kerjasama sudah berjalan satu bulan yang lalu dengan para petani. Jumlah pengusaha penggilingan padi skala kecil di Pandeglang sekitar 167 orang “Kami meminta kepada para petani dan pengusaha skala kecil penggilingan padi, agar menjual hasil panen dan berasnya kepada Bulog. Tujuannya untuk meningkatkan kesejateraan petani. Maka dari itu, para petani disarankan tidak menjual semua hasil panen dan berasnya kepasaran. Hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah lonjakan harga dipasaran,” kata Asep, Selasa (8/9).

Kepala Distanak Provinsi Banten Neneng Nurcahyati mengatakan, saat ini pihaknya dipercaya untuk menjadi ketua team Upaya Khusus Swadaya Pangan (Upsus) dalam bagian penyerapan gabah. Dengan upaya swadaya pangan ini, tentunya hanya untuk penyerapan gabah mulai dari upaya, produksi, proses pengelolaan, sampai pemasaran. “Kegiatan ini bagian dari salah satu mekanisme pengadaan atau perwujudan dari swadaya pangan, dan tindak lanjut dari cadangan pangan untuk bisa memiliki konsep pengelolaan cadangan pangan di Banten. Salah satunya Pandeglang ini, termasuk yang diandalkan,” ungkap Neneng.

Dijelaskannya, untuk target serapan di Pandeglang dan Lebak ini totalnya sekitar 32 ribu ton setara beras. Serapanya sudah mendekati 20 ribu ton, dan 12 ribu ton lagi untuk memenuhi kekurangan serapan. Pihaknya masih mempunyai waktu dan akan mengejarnya agar bisa terpenuhi.

“Mudah-mudahan serapan yang masih kurang itu bisa secepatnya tercapai. Bahkan lebih bagus kalau bisa lebih, karena bagaimanapun juga target itu harus tercapai dan bisa terlampaui,” harapnya.

Kepala Bulog Sub Divre Pandeglang-Lebak Herman Sadik mengatakan, pihaknya optimis target tersebut bisa tercapai karena walaupun kemarau melanda tetapi para petani sudah melakukan panen, sehingga diharapkan petani bisa menjualnya ke Bulog.

“Kami juga terus berupaya untuk mengejar target tersebut. Untuk itu diharapkan kepada para petani agar bisa menjual hasil pertaniannya kepada kami. Soalnya, beras yang dibeli dari petani nanti akan diperuntukan kembali bagi masyarakat,” imbuhnya. (mg29/mardiana/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.