Kelabui Petugas, Pasangan Mesum Kabur

TANGERANG, SNOL—Satpol PP Kota Tangerang kembali menggelar razia penegakan Perda No 8/ 2005 tentang Larangan Pelacuran. Sebanyak 17 pasangan tak resmi didapati berduaan di kamar hotel dan diangkut petugas. Sayangnya, seorang perempuan berhasil kabur setelah mengelabui petugas.       Razia dilakukan di siang hari. Mereka mengelabui petugas agar tidak terkena razia yang biasanya dilakukan malam hari. Tapi petugas pun sudah mengetahui modus yang dilakukan. Pasangan yang terkena razia langsung dikumpulkan di kantor Satpol PP untuk didata dan diberikan penyuluhan.

       Pantauan Satelit News, bukan hanya usia dewasa saja yang terkena razia, melainkan pasangan usia muda juga turut terjaring. Saat didata mereka diinterogasi tujuannya berduaan di kamar. Meskipun berdalih istirahat, petugas tidak percaya. Uniknya, saat proses pendataan, ada salah satu pasangan perempuan yang kabur dengan alasan membeli pembalut. Setelah ditunggu sampai pendataan selesai, sang perempuan berkerudung itupun tak kembali lagi.

       Kasatpol PP Kota Tangerang, Mumung Nurwana menjelaskan, razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh aparat Satpol PP. Dia menegaskan, semua perda yang ada harus ditegakkan dan kali ini penegakan Perda No 8/ 2005 tentang Larangan Pelacuran.

       “Petugas bergerak mulai jam 13.00 WIB siang ke beberapa hotel kelas melati yakni Hotel Merdeka dan Hotel Tangerang. Hasilnya didapati 17 pasangan tak resmi berada di dalam kamar,” kata Mumung kepada awak media, kemarin.

       Mereka terpaksa diamankan oleh aparat karena tidak bisa membuktikan surat nikah. Selanjutnya mereka dibawa ke kantor diproses untuk pendataan. Kepada petugas, mereka banyak berdalih hanya istirahat sebentar dan ada yang mengaku sudah nikah siri.

“Ini sengaja kita lakukan siang hari, karena kalau malam hari kemungkinan mereka juga sudah mengetahui akan ada razia. Kalau tertangkap KTP-nya akan kita sita dan kalau yang tertangkap berapa kali akan dikirim ke Pasar Rebo untuk diberikan pembinaan,” tegas mantan Camat Tangernag ini.

       Kabid Sumber Daya Aparat, Endang Maturidi saat memberikan penyuluhan menuturkan, para pasangan yang terkena razia sudah membuat pernyataan dan diharapkan ini kejadian yang pertama dan terakhir. “Tapi kalau tertangkap lagi akan dikirim dibina selama tiga bulan.

Saya harapkan kalau yang saling mencintai silahkan menikah, jangan seperti ini, apalagi yang muda-muda, kalau nikah lebih enak, bebas dan sah,” ujarnya. Endang menambahkan, pasangan yang terkena razia identitasnya akan disita. Nantinya mereka harus mengambilnya kembali dengan persyaratan surat pernyataan ditandatangani oleh pihak RT/RW setempat. (uis/made)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.