Empat Nelayan Ditemukan Tewas di Atas Kapal

PANDEGLANG,SNOL Sebuah kapal nelayan Kron Maritim 3 Jakarta menjadi saksi bisu tragedi tewasnya empat orang nelayan. Keempat nelayan itu adalah adalah Minto (40), Diksa (34), Said (28) dan Sudarminto (40).

Mereka ditemukan sudah tidak bernyawa pada Sabtu (17/9). Keempatnya diduga tewas setelah keracunan bau busuk dari pendingin ikan yang mati. Kapal tersebut sebelumnya terapung-apung di perairan laut Selatan Ujung Kulon, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Pandeglang, Doni Hermawan mengungkapkan, kapal Kron Maritim 3 pada Senin (12/9) sedang menangkap ikan di wilayah perairan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang.

Kapal tersebut, kata Doni, memiliki bobot 120 ton dengan jumlah ABK 12 orang. Setelah mendapatkan banyak tangkapan ikanya, awak kapal memutuskan pulang.

“Di tengah perjalanan kapalnya mogok sampai kapalnya miring. Mereka meminta bantuan bosnya yang ada di Jakarta,” kata Doni, Minggu (18/9).

Sebelum datang bantuan datang, kondisi kapal tersebut dalam posisi miring di tengah laut selama lima hari dan tempat pendingin ikan nelayan tersebut mati.

“Freezer itu selama lima hari mati, otomatis selama lima hari ikan itu busuk. Pada saat dibersihkan orang pertama yang membuka palkanya langsung pingsan dan masuk ke palka, satu orang meninggal lalu ditolongin akhirnya empat orang itu meninggal,” imbuhnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan membenarkan, kejadian tersebut. Untuk sementara kata dia, kematian para korban itu diduga akibat ikan busuk yang mengeluarkan zat racun.

“Kami bersama Polairud Polda Banten, masih memeriksa untuk mendalami kasusnya dan kepastian kematiannya belum dapat diketahui. Kalau dugaan sementara kematian akibat bau busuk ikan,” katanya.

Soal zat yang dikeluarkan oleh ikan busuk yang mengakibatkan kematian, pihaknya belum dapat menjelaskannya. Karena penyelidikan sampai ke arah situ juga masih dalam proses.(nipal/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.