Kuli Bangunan Tewas Tertimpa Beton di Legok

LEGOK, SNOL Seorang pekerja bangunan pria muda tewas setelah tertimpa kanopi rumah yang terbuat dari beton setebal 10 cm saat bekerja.

Kejadian tersebut terjadi saat korban bersama kakaknya sedang mengerjakan proyek pembuatan salah satu rumah di Perumahan Griya Permai, Desa Caringin, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang pada Selasa (27/9).

“Waktu itu kejadiannya pagi sekitar jam sembilan pagi ketika saya sedang bersiap berjualan. Tiba-tiba tanpa ada hujan, badai, angin kencang terdengar suara yang begitu kencang ‘bruuuggg’, tapi saya tak menghiraukan, baru beberapa detik kemudian ada suara serupa seperti bambu yang jatuh diiringi suara orang meraung kesakitan,” ujar saksi mata kejadian, Panji Hamid (53).

Panji langsung menghampiri sumber suara tersebut dan melihat ada seorang pekerja bangunan badannya tertimpa kanopi rumah terbuat dari beton. Sontak dia langsung berteriak dan meminta pertolongan dari warga untuk membantunya mengangkat benda tersebut.

“Wajah korban tertutup reruntuhan bangunan, dan darah terus bercucuran keluar dari mulut serta telinga,” paparnya.

Dibantu tujuh orang warga setempat, Panji menggotong kanopi beton tersebut. Lalu, membawa korban ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Ketika sudah sampai di Puskesmas nyawa MR.X sudah tidak bisa diselamatkan,” tandasnya.

Ketua RW setempat, Surya Budi mengatakan proyek pembangunan delapan unit rumah tersebut yang digarap oleh PT. Mega Jaya Lestari terkesan dipaksakan.

“Saya lihat semennya pun masih basah, belum cukup kuat menopang beratnya kanopi dari beton tersebut,” tegasnya.

Korban bukan warga sekitar, mereka hanya tinggal di kantor pemasaran milik pengembang. Bahkan, selama dua pekan pengerjaan proyek tersebut, peihak pelaksana belum lapor.

“Kalo sudah seperti ini saya juga jadi bingung, nama korban saja saya belum tahu siapa,” paparnya.

Dari pantauan Satelit News, dilokasi kejadian tidak diberikan garis police line, kendati telah terjadi kecelakaan yang menewaskan satu orang pekerja tersebut. Padahal, menurut Surya Budi, setelah kejadian beberapa anggota polisi langsung melakukan pengecekan TKP.

Saat di konfirmasi, Kapolsek Legok AKP Purwadi membenarkan kejadian tersebut. Dari keterangannya, pengembang dan korban adalah masih dalam ikatan keluarga besar.

“Ya kejadiannya tadi pagi, korban juga sudah dibawa oleh keluarga ke rumah duka. Karena masih dalam lingkungan keluarga, mereka semua memahami musibah ini,” ungkapnya saat dihubungi Satelit News.

Kapolsek juga membenarkan bahwa kondisi bangunan yang masih belum cukup kuat untuk menopang beratnya kanopi. “Sudah dilakukan pemerikasaan terhadap saksi, dan ini murni kecelakaan,” pungkasnya. (panji/hendra/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.