Izin Sakit Tapi Main Game, Eh Kena Razia Satpol PP….

PANDEGLANG, SNOL Beginilah kalau jadi siswa bandel. Akibat lebih memilih bermain game online atau Play Stasion ketimbang belajar, tujuh siswa dari sejumlah sekolah terjaring razia yang digelar oleh Satpol PP Pandeglang.

Mereka diamankan petugas di wilayah Ciherang Pasar Badak. Selain diminta membuat surat perjanjian tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, ketujuh siswa itu juga diberikan sanksi sit up dan ada juga siswa rambutnya yang panjang dan diwarnai dicukur paksa.

Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Pandeglang, Agus Mulyana mengungkapkan, sebetulnya ada sepuluh siswa yang mencoba diamankan ketika sedang asyik bermain game. Akan tetapi, yang tiga lagi lari dan akhirnya pihaknya hanya berhasil menjaring tujuh siswa saja.

“Kami juga langsung memanggil dewan guru masing-masing siswa yang berhasil ditangkap, karena biar gurunya dan orangtuanya tahu kondisi anaknya. Tadi juga ketika kami memintai keterangan dari salah satu siswa yang rambutnya kami pangkas, ke orangtuanya bilang mau sekolah, ke gurunya beralasan sakit, ternyata kami temukan di tempat game,” kata Agus, Senin (31/10).

Menurutnya, pihaknya melakukan pendataan terlebih dulu dan setelah itu memanggil para dewan gurunya. Jika dewan gurunya tidak hadir, pihaknya tidak akan memulangkannya. Untuk memberikan efek jera terhadap siswa, ia memberikan sanksi sit up.

“Inti dari sanksi yang kami berikan, semata-mata ingin para siswa itu berubah tingkah lakunya agar menjadi anak yang berguna bagi agama, masyarkat dan bangsai ini. Begitu juga rambutnya yang dipotong, agar ke depannya rambutnya rapih dan lebih sopan lagi,” pungkasnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Pandeglang, Entong Haromaen menambahkan, ia berjanji akan rutin melakukan razia agar tidak ada lagi pelajar yang bermain saat jam pelajaran. Dia juga akan secepatnya memberikan teguran terhadap para pengusaha game/warnet.

“Razia ini akan kami lakukan intens satu minggu sekali, tetapi waktunya tidak akan kami tentukan. Kami juga akan memberikan sanksi tegas jika pengusaha game atau warnet yang bandel buka di jam pelajaran siswa,” imbuhnya.

Sementara, Wali Kelas 10 IPA II MAN Pandeglang, Lailatul Kodariah mengatakan, kelaukan dua siswanya yang terjaring razia itu di luar dugaan dirinya. Dia juga mengungkapkan, keduanya juga jarang masuk sekolah dan sudah berjalan dua minggu. Ia juga akan mengambil langkah untuk memberikan efek jera kepada kedua siswanya itu.

“Kami akan membuat surat perjanjian, mengundang orangtuanya dan kalau kedua siswa itu masih mau sekolah di MAN, kami akan upayakan supaya mereka menjadi lebih baik lagi,” katanya. (nipal/made/satelitnews)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.